Setidaknya 200 orang yang terdiri dari partai politik, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat, akademisi dan juga calon anggota DPRD Kota Salatiga pada pemilu 2019 mendeklarasikan pemilu damai.

Deklarasi yang digelar Bawaslu Kota Salatiga di Hotel Laras Asri Salatiga tersebut dihadiri oleh Walikota Salatiga dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Salatiga, Senin 01/10.

Dalam kegiatan tersebut, Walikota  Salatiga Yuliyanto berpesan agar kampanye pemilihan presiden (pilpres) dan kampanye pemilihan legislatif (pileg) di Kota Salatiga dilakukan dengan cara yang santun dan baik.

“Saya mengimbau bagi tim sukses dan juga semua warga Kota Salatiga agar kampanye pilpres dan pileg dilaksanakan dengan cara yang santun dan baik. Cara yang baik akan membawa hasil yang baik pula,” ujar Walikota.

Yuliyanto juga mengajak kepada seluruh warga untuk mempertahankan semangat kebersamaan dan toleransi. Ia menyebutkan bahwa Kota Salatiga ditinggali oleh lebih dari 30 suku bangsa, 6 agama, bahkan ada sekitar 300 Warga Negara Asing (WNA). Semua perbedaan tersebut disatukan dengan semangat kebersamaan dan toleransi dari warga Kota Salatiga.

Walikota juga menyoroti penggunaan media sosial dalam kampanye. Ia mengingatkan agar selalu cek dan ricek sebelum menyebarluaskan informasi karena ada tanggungjawab dan risiko hukum jika kita ikut menyebarkan kabar bohong (hoax).

“Gunakan media sosial dengan bijak. Selalu cek dan ricek dalam menerima berita, jangan malah ikut jadi penyebar kabar bohong atau hoax,” pesan Walikota.

Hal senada juga disampaikan oleh Komisioner Bawaslu Kota Salatiga, Agung Ari Mursito.  Ia berharap agar tim sukses dan partai politik selalu sopan, mendidik dan tidak provokatif dalam berkampanya. Ia juga mengingatkan agar semua pihak selalu meningkatkan toleransi dan menjaga kondusifitas Kota Salatiga.

“Kampanye hendaknya dilakukan dengan sopan, mendidik dan tidak provokatif. Jangan sampai mencederai penghargaan kota tertoleran dengan konten kampanye yang tidak bermanfaat,” tutur Komisioner Bawaslu Kota Salatiga.

Selain Walikota dan Komisioner Bawaslu, hadir sebagai narasumber dalam deklarasi tersebut adalah Rektor IAIN Salatiga Rahmat Hariyadi. Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan ikrar damai oleh semua yang hadir, pelepasan burung merpati dan penerbangan balon bertuliskan Deklarasi Pemilu Damai. (sg)