Jogjakarta – Pembangunan wajah kota Salatiga diperlukan adanya sinergitas dan tahapan konsep yang matang.  Karena dengan pandangan yang sama, diharapkan upaya membangun insfrastuktur kota ini bisa terlaksana dengan baik

“ Saya berikan apresiasi ke dinas PUPR kota Salatiga karena kegiatan ini sudah kali kedua digelar. Kegiatan ini  saya rasa sangat penting karena akan menambah ilmu dan bentuk penyegaran di dalam sebuah kedinasan,” Ujar Walikota Salatiga Yuliyanto, SE., MM saat memberikan sambutan di kegiatan pengembangan jaringan kerja, sinergitas pengelolaan infrastuktur salatiga di Hotel Harper, Jogjakarta (19-21 Nopember 2018). Menurutnya kegiatan yang dilandasi dengan kebersamaan, salin pengertian dan  tanggung jawab pada akhirnya akan bisa mewujudkan apa yang menjadi harapan bersama. Seperti yang berkaitan dengan tugas pembangunan fisik yang diamatkan oleh pemerintah kota, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) adalah salah satu dinas yang mempunyai peran yang strategis selain dinas yang lain. Karena program pembangunan kota Salatiga sudah tertuang dalam RPJMD tahun 2017-2022  berupa  penataan wajah  kota Salatiga.

“ Dinas PUPR mempunyai andil besar dalam mewujudkan bagaimana penataan wajah kota Salatiga ini dapat terlaksana dengan baik,” Beber Yuliyanto.

Lanjutnya, menghadapi akhir tahun 2018, Saya juga menghimbau untuk para ASN agar tetap semangat dalam bekerja dan menyelesaikan pembangunan fisik yang ada di kota Salatiga dengan baik. Agar hasilnya bisa kita nikmati secara bersama-sama nantinya.

“ Tidak hanya menyelesaikan pembangunan sampai rampung, namun yang harus diperhatikan juga berkaitan dengan kualitas, mutu, hasil dan tepat administrasi harus bisa dikelola dengan baik,” Tuturnya.

Untuk pembangunan wajah kota sendiri, Yuliyanto juga akan menggandeng dan bekerja sama dengan arsitek kelas dunia yang berasal dari Salatiga. Keberadaan mereka diperlukan karena akan ada ide maupun konsep yang bisa dituangkan secara bersama.

“ Dengan bergabungnya mereka, maka akan ada sumbang saran atas konsep bangunan yang akan dibangun nantinya. Saya harapkan akan ada konsep yang bagus, serius, konsep kekinian dan zaman now, serta  sesuai dengan tata letak kota ini seperti apa,” Jelasnya.

Lanjutnya, Dirinya menginginkan dinas PUPR agar bisa membangun pusat pelayanan kota yang terpusat di kota Salatiga. Sehingga akan diperlukan desain perkantoran yang sesuai peruntukannya untuk kegiatan kantor, perdagangan jasa, maupun kegiatan masyarakat bisa digelar disini.

“ Saya harap ada desain yang matang untuk mewujudkan perkantoran terpadu yang modern,  hemat energi, ramah lingkungan, terbuka untuk masyarakat, lingkungan yang asri dan menjadi icon serta kebanggaan masyarakat kota Salatiga nantinya,” Tambah Yuliyanto.

Sementara itu, Walikota Salatiga juga menyinggung soal penataaan wajah kota yang meliputi pembangunan jalan, trotoar, lampu PJU, sungai, dll. Dirinya mengingatkan bahwa keberadaannya harus selalu dilihat dan diperhatikan dengan baik, agar tidak terkesan setelah membangun tidak diperhatikan lagi.

“ Masih saja muncul persoalan soal trotoar yang kotor, adanya kemacetan di jalan misal di jalan jenderal sudirman, masyarakat yang masih membuang sampah disungai. Kondisi-kondisi ini menjadi keprihatinan bersama, dan pelan-pelan akan kita perbaiki bersama, “ Pungkasnya.

Kegiatan pengembangan jaringan kerja yang dilaksanakan oleh dinas PUPR selama tiga hari ini juga diisi dengan beberapa pemateri yakni dari Kasubid PU dan Perkim Bappeda Kota Jogjakarta, kemudian materi ESQ, dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum Perkotaan ( Balai PISAMP) Provinsi DIY di Kabupaten Bantul dan diakhiri dengan outbound bersama.