Data merupakan salah satu komponen dalam pengambilan kebijakan pemerintah. Data yang salah dapat mengakibatkan kekeliruan dalam pengambilan kebijakan yang tentusaja berimbas signifikan pada kepentingan publik. Hal tersebut disampaikan oleh Pj Walikota Salatiga, Achmad Rofai saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Data Publikasi Kota Salatiga Dalam Angka 2017 dan Statistik Daerah Kota Salatiga di Ruang Plumpungan Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu 15/03.

Pj Walikota menjelaskan bahwa validitas data sangatlah diperlukan untuk menentukan kebijakan pemerintah. “Salah data bisa jadi menimbulkan salah kebijakan. Karenanya, saya mengimbau kepada semua pihak terkait untuk menyampaikan data yang sebenar-benarnya, demi ketepatan kebijakan dan keputusan yang diambil oleh Pemkot Salatiga. Kejujuran dalam penyajian data sangatlah penting untuk ketepatan keputusan,” ujar Achmad Rofai.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga Henri Wagiyanto. “Kegiatan ini adalah untuk mengumpulkan para pemangku kepentingan (stakeholder), untuk duduk bersama dan mencapai visi yang sama. Ini merupakan langkah baru dari BPS karena sebelumnya kami meminta data menggunakan surat saja,” ungkap Henri Wagiyanto.

Kegiatan tersebut diikuti oleh setidaknya 60 undangan dari berbagai unsur antara lain: Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkot Salatiga, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Rumah Sakit, Lembaga Keuangan, Lembaga Vertikal seperti Kementrian Agama, Pegadaian, Pertanahan dan juga Lembaga Pendidikan Tinggi di Salatiga.