BALAIKOTA – Apabila Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah (RPJMD) 2017-2022 Kota Salatiga tidak selesai dalam waktu yang telah ditentukan yaitu 6 bulan sejak pelantikan Walikota, maka salah satu konsekwensinya adalah Walikota, Wakil Walikota, Ketua dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Salatiga tidak mendapatkan gaji selama 3 bulan.

Hal tersebut disampaikan oleh Peneliti Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (LPPSP) Gunarto selaku konsultan dalam rapat pendahuluan penyusunan RPJMD di Ruang Kalitaman, Gedung Setda Selasa 21/06.

“RPJMD merupakan instrumen evaluasi penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Apabila penyelenggara Pemerintah Daerah tidak menetapkan Perda tentang RPJMD, anggota DPRD dan kepala daerah dikenai sanksi adimistratif berupa tidak dibayarkan hak-hak keuangan yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan selama 3 bulan. Hal ini diatur dalam pasal 256 UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” jelas Peneliti dari Universitas Diponegoro Semarang ini.

Dalam paparannya di hadapan Walikota, Wakil Walikota serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Salatiga tersebut, Gunarto mengatakan bahwa dukungan dari OPD mutlak dibutuhkan untuk mencapai visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota.

Sementara itu, Walikota Salatiga Yuliyanto mengajak seluruh OPD untuk bahu-membahu, bergotong royong dalam menyukseskan pembangunan di Kota Salatiga. “Tugas ini bukanlah tugas saya saja, atau tugas anda saja. Ini adalah tugas kita bersama. Karenanya saya mengajak semua OPD untuk kompak bekerja sama, bergotong royong dalam mencapai tujuan dari program kerja. Tujuan utama dari program kerja kita adalah memberikan manfaat terutama untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Yuliyanto.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Walikota Salatiga Muh Haris. Ia menjelaskan bahwa visi misi yang tertuang dalam RPJMD akan membuat arah dan prioritas pembangunan menjadi jelas. “Tugas kita bersama adalah bagaimana Salatiga ini menjadi lebih menarik untuk dikunjungi, sehingga meskipun ada jalan tol, orang dari luar Salatiga akan mampir di kota kita. Laksanakan pembangunan dengan sebaik-baiknya,” pesan Wakil Walikota. (sg)