IAIN SALATIGA,

Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi, mengajak jamaah Majelis Doa Mawar Allah untuk berdoa seperti halnya seorang bayi yang menangis. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya dalam acara doa bersama Majelis Doa Mawar Allah lembaga konsultasi psikologi Tazkia IAIN, di masjid Darul Amal 11/6.

“Jika tangis seorang bayi pelan ibunya akan menunda-nunda untuk mendekat, tapi jika tangisnya menjerit maka sang ibu akan segera memegang sang bayi. Demikian halnya Allah jika kita berdoa ala kadarnya maka kita dinilai tidak bersungguh-sungguh dalam meminta. Namun jika semua amalan wajib dan sunah kita kerjakan diikuti dengan doa yang sungguh maka Allah juga akan bersegera menjawab doa kita,” jelas Rahmat Hariyadi.

Kegiatan doa juga dirangkai dengan pemberian santunan bagi anak yatim dari berbagai wilayah di Salatiga. Hadir mewakili walikota Salatiga, Asisten I Sekda Adi Isnanto, yang juga memberikan sambutan.

Dalam sambutannya Adi Isnanto, merasa senang karena bisa hadir dalam kesempatan doa bersama. “Saya mengapresiasi dan terhadi ditengah masayrakat Salatiga ada majelis doa yang juga menekankan amal sosial seperti santunan anak yatim kali ini,” ungkapnya.

“Selanjutnya sudah kita pahami bersama bahwa doa merupakan salah satu ibadah yang disukai oleh Allah SWT. Doa merupakan moment pasrah dan pinta kita kepada sang pencipta. Saya memandang ini adalah saat doa yang mustajab, karena diiringi dengan santunan anak yatim,” imbuh Adi Isnanto.