Walikota Salatiga, H Yuliyanto SE, MM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa bersinergi menciptakan Kota Salatiga yang kondusif, aman, damai dan sejuk setiap saat, tak hanya ketika menghadapi Pemilu saja. Ia menandaskan, perbedaan cukup hanya sebagai atribut atau baju semata, tapi tujuan harus tetap sama, yakni membangun Kota Salatiga.

“Kita tunjukkan bahwa Kota Salatiga mampu dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Mari kita bergandeng tangan menjaga situasi yang baik ini agar masyarakat tetap hidup nyaman, kondusif, dan sejahtera, tidak hanya menghadapi pemilu saja, tetapi setiap saat,” tandas Yuliyanto saat membuka Rapat Koordinasi Cipta Kondisi Kerukunan Umat Beragama pada Pemilu 2019, di Rumah Dinas Walikota, Jl. Diponegoro 1 Salatiga, Selasa (12/02/2019). Hadir dalam kegiatan ini, Forkopimda beserta unsur-unsur dibawahnya, TNI/POLRI, Organisasi Masyarakat, Tokoh Agama, Kepala OPD, KPU dan Bawaslu.

Yuliyanto mengungkapkan bahwa predikat Kota Salatiga sebagai Kota Tertoleran dan Kota Cerdas, tidak terlepas dari sinergitas bersama seluruh elemen dalam membangun secara fisik maupun non fisik. Hal inilah yang menjadi pondasi penting dalam menjaga dan membina kondusifitas wilayah tersebut.

“Jika rakyatnya wareg, wasis, dan waras dalam arti terjamin kesehatan pendidikan dan ekonominya, maka masyarakat tidak gampang terprovokasi hal-hal buruk. Kami mendapat amanah memimpin Kota Salatiga dari Tahun 2011 dan terbukti berjalan lancar. Angka kemiskinan juga menurun sampai 4,83 persen, dari sebelumnya 10 persen. Jika masyarakat sejahtera maka menciptakan situasi kondusif akan menjadi lebih mudah,” terang Yuliyanto.

Sementara itu, Ketua KPU Salatiga, Syaemuri Albab, menerangkan bahwa saat ini KPU sedang membuka pelayanan terhadap pemilih yang akan pindah daerah pemilihan di Salatiga. Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan perusahaan, perguruan tinggi serta pondok pesantren, untuk menyampaikan jika pemilih yang sudah terdaftar di daerah asal dapat menggunakan hak pilihnya di Salatiga.

“Silahkan datang ke KPU untuk kami layani. Dalam hal ini, sesuai Undang-Undang Pemilu, kami melindungi hak pilih setiap warga negara yg sedang berdomisili di Salatiga. Periode I akan kami buka sampai 17 Februari dan akan diperpanjang hingga 17 Maret,” jelasnya.

Tentang logistik pemilu, Syaemuri mengatakan jika saat ini ketersediaannya sudah mencapai 85%.  Saat ini semua logistik disimpan di gudang induk KPU dan pada saatnya nanti akan menggunakan gudang penyangga di tiap kecamatan.

“Kami menggunakan gedung SD Dukuh sebagai gudang penyangga di Kecamatan Sidomukti dan Balai RW Soka untuk wilayah Kecamatan Sidorejo. Dan saat ini kami sedang menyampaikan permohonan pemakaian Kelurahan Sidorejo Kidul sebagai gudang penyangga di wilayah Kecamatan Tingkir dan Aula Pertemuan Kelurahan Randuacir untuk Kecamatan Argomulyo,” paparnya.

Logistik dari gudang penyangga itu selanjutnya akan didistribusikan ke masing-masing TPS mulai 13 April dan dipastikan sudah selesai pada H-1.

Sementara ini, KPU menemukan kendala dalam pembentukan 614 KPPS, yakni ditemukannya beberapa anggota KPPS yang masuk ke dalam kepengurusan dan keanggotaan partai politik. Pada kasus ini KPU sedang bersinergi dengan Bawaslu, bahwasanya salah satu syarat menjadi anggota KPPS adalah tidak boleh menjadi anggota dan pengurus parpol, setidaknya dalam lima tahun.