TINGKIR– Proyek fisik masih menjadi usulan terbanyak warga Kecamatan Tingkir dalam melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Musyawarah yang dihadiri ratusan tokoh lapisan masyarakat tersebut dilaksanakan di aula kecamatan 8/2.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut segenap lurah se-Kecamatan Tingkir, Muspika, staf kecamatan, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan anggota DPRD dapil Tingkir.

Munadji, Ketua Gabungan Kelompok Tani Kelurahan Tingkir Tengah, mengusulkan agar lingkungan kelurahan Tingkir Tengah ditata karena menjadi gerbang kota Salatiga dari pintu Tol maupun dari wilayah Suruh. “Jalan di sana harus diperbaiki, jangan lupa harus diberi trotoar yang lebar agar bisa menjadi menarik. Dengan pembangunan balai kelurahan yang baru tersebut akan menggeliatkan roda perekonomian warga, terbukti tiap hari minggu sudah ada kegiatan senam bersama. Pemerintah diharapkan berpikir ke depan tempat tersebut akan menjadi rest area yang strategis, oleh karenanya sarana prasarana kesana hendaknya dibangun,” usul Munadji.

Sementara itu Sri Danujo Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata yang juga tampil sebagai pembicara mendukung terkait usulan warga. “Warga luar Salatiga itu banyak membicarakan Salatiga sebagai tempat kunjungan, sarana wisata harus mendukung. Misalnya saja, taman Tingkir harus ada kios oleh-oleh khas Salatiga, demikian halnya sekitar pintu tol. Namun yang mengisi kios juga warga Salatiga, jangan sampai diisi orang lain. Yang tidak kalah penting adalah pelebaran akses jalan menuju dan pintu tol, karena nantinya para pengunjung akan memadati ruas jalan yang ada,” dukung Sri Danujo.

Dalam penutupan, Camat Tingkir Nunuk Dartini mengajak anggota dewan yang hadir dan kepala OPD untuk turut mengawal usulan dari Tingkir. “Pajak yang disetorkan oleh masyarakat Kecamatan Tingkir adalah yang tertinggi, sehingga wajar bila wilayah ini juga lebih diperhatikan dalam pembangunannya agar masyarakat juga bisa menikmati,” tutur Nunuk meminta dukungan warga. (fhm)