Jika pramuka eksis, narkoba, hedonisme dan separatisme akan habis.  Demikian pesan Wakil Walikota yang juga Ka Kwarcab Muh Haris saat membuka Kursus Mahir Lanjutan (KML) kepramukaan di Aula Kecamatan Tingkir, 6/11.

Kegiatan diikuti 50 guru pembina pramuka perwakilan sekolah se-Salatiga yang terdiri dari 19 pembina siaga, 21 pembina penggalang, dan 10 pembina penegak. Kegiatan dilaksanakan Kwarcab dan diampu oleh Pusat Pelatihan Dan Diklat Cabang (Pusdiklatcab).

Dalam sambutannya wawali berpesan agar pramuka kembali digairahkan di sekolah. “Saya berpesan kepada kakak-kakak pembina semua agar dapat menggairahkan kepramukaan di sekolah masing-masing. Selanjutnya jadikan kepramukaan sebagai agenda besar membangun karakter bangsa, dan jadikan pramuka sebagai perekat hubungan,” pesan wawali.

“Sekarang ini kita menghadapi kemudahan dalam berkomunikasi, media sosial mendatangkan manfaat namun juga mendatangkan masalah. Banyak informasi yang tidak benar beredar yang berhubungan dengan sara sehingga membuat kerenggangan antar masyarakat. Mari dengan pramuka kita rekatkan perbedaan yang ada tersebut,” tambah Muh Haris.

Muh Haris tampil asik dan memukau peserta saat memberikan materi usai membuka kegiatan. Semua peserta tampak fokus mengikuti arahan materi konsentrasi  motorik melalui gerakan tangan dan yel-yel. Di halaman kecamatan Muh Haris mengajak para pembina pramuka bermain edukasi.

Kursus yang dilaksanakan mulai 06-11 November tersebut diisi dengan materi antara lain; prinsip dasar kepramukaan, kedisiplinan dan menyusun program, organisasi dan administrasi perindukan, dan ditutup dengan kemah.