Balai Kota, Sejarah Prasasti Plumpungan diharapkan bisa masuk dalam kurikulum muatan lokal. Demikian pinta Pj Walikota Salatiga Achmad Rofai dalam sambutannya pada pembukaan  Sarasehan Pengembangan Kebijakan Manajemen  Pelayanan Pendidikan, yang diadakan Bagian Kesra di Pendopo Setda 9/5.

Kabag Kesra Joko Haryono, melaporkan bahwa kegiatan sarasehan dimaksudkan untuk menggali potensi dari Salatiga yang memungkinkan untuk masuk dalam pelajaran muatan lokal. “Kegiatan ini akan dilaksanakan selam dua hari. Hari pertama diikuti oleh 150 peserta yang bersal dari kepala sekolah dari tingkat SD, SMP, dan SMA se-Salatiga. Sedangkan hari kedua diikuti oleh 150 peserta yang merupakan ketua komite sekolah dari tingkat SD, SMP, dan SMA se-Salatiga,” jelas Kabag Kesra dalam laporannya.

Narasumber yang dihadirkan adalah Kepala Dinas Pendidikan Niken Lidiastuti, Katua Dewan Pendidikan Kota Salatiga Dr. Miftahuddin, dan Agus Hari Supomo dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga.

Staf Ahli Walikota Bidang Hukum dan Pemerintahan Endang DW mewakili Pj Walikota membuka acara dan membacakan sambutan. “Bahasa Jawa sudah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Tengah menjadi muatan lokal tingkat provinsi. Selanjutnya tiap kabupaten/kota juga dibolehkan membuat muatan lokal tingkat kabupaten/kota masing-masing, dan sekolah atau satuan pendidikan juga dimungkinkan untuk membuat muatan lokal di satuan pendidikannya yang menjadi ciri khas sekolah. Melalui sarasehan ini diharapkan ada titik terang muatan lokal untuk tingkat kota temanya bisa digali dan ditetapkan,” harap Endang DW membacakan sambutan walikota.