ARGOMULYO – Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tingkat Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 50 rumah di Kota Salatiga memperoleh bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Bantuan rehabilitasi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Jawa Tengah Heru Setyadi dalam puncak peringatan HKSN yang digelar di Lapangan Nobo Tengah, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Senin 11/12.

Dalam laporan kegiatan yang dibacakan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Nurtadi Amianto disebutkan bahwa peringatan kali ini bertema “Kesetiakawanan Sosial Perekat Keberagaman” dan diikuti oleh setidaknya 2.000 orang dari berbagai instansi, lembaga baik pemerintahan maupun  swasta se-Jawa Tengah.

“Kami berharap agar kegiatan ini akan meningkatkan sinergi antara pihak swasta, pemerintah dan masyarakat. Selain rehabilitasi 50 rumah dari CSR Bank Jateng, dalam kegiatan ini juga diserahkan bantuan alat penyandang disabilitas dari Pemkot Salatiga untuk 25 orang, donor darah oleh PMI Salatiga, bantuan CSR berupa paket sembako untuk warga kurang mampu sebanyak 50 orang dan bantuan alat sekolah sebanyak 100 paket. Ada pula bazar murah, pijat gratis, pengobatan dan potong rambut gratis dari Yayasan Kehidupan Bagi Bangsa,” ungkap Nurtadi Amianto.

Sementara itu dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan oleh Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Jawa Tengah Heru Setyadi, disebutkan bahwa kesetiakawanan sosial haruslah terus direvitalisasi sesuai kebutuhan bangsa. Disebutkan pula bahwa Gubernur memerintahkan Dinas Sosial agar selalu cepat, tepat dan senyap dalam menanggulangi permasalahan sosial di masyarakat.

“Tidak sampai 2 jam setelah permasalahan tersebut disampaikan ke twitter Dinsos, petugas kami diharapkan langsung jemput bola sehingga permasalahan tersebut langsung tertangani. Kesetiakawanan sosial ini sejatinya sudah dimiliki oleh Bangsa Indonesia sejak jaman dahulu kala, karenanya kita harus selalu merevitalisasi hal tersebut, sebagai perekat bangsa,” ujar Heru Setyadi.

Ia menyebutkan pula bahwa kesetiakawanan ini mempunyai tantangan berupa sikap intoleran. “Selain itu, ada pula permasalahan kemiskinan, pengangguran dan juga indeks kebencanaan yang tinggi di Jawa Tengah. Namun dengan semangat kesetiakawanan sosial yang tinggi, bencana pun akan lebih cepat teratasi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Fakruroji. Dalam sambutan selamat datangnya, ia mengatakan bahwa tema hari kesetiakawanan sosial sangatlah relevan dengan Kota Salatiga yang baru saja dinobatkan sebagai Kota ter-Toleran se-Indonesia. “Kami berharap agar momentum peringatan HKSN ini semakin menguatkan nilai-nilai kerukunan dan kegotongroyongan yang merupakan jati diri bangsa Indonesia,”  kata Fakruroji.

Dalam kesempatan tersebut, didampingi oleh Forkopimda Kota Salatiga, Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Jawa Tengah berserta rombongan berkenan meninjau bazar murah dan juga rehabilitasi RTLH di Kelurahan Noborejo. (sg)