Salatiga-Pendidikan berpolitik bagi perempuan dianggap penting untuk membangun sumber daya manusia unggul. Diharapkan dengan adanya pendidikan tersebut perempuan akan sadar untuk berpolitik.

Hal tersebut disampaikan oleh Afif Zufroningdyah, Kepala DP3A Kota Salatiga yang mewakili Walikota Salatiga dalam kegiatan pelatihan pendidikan berpolitik bagi perempuan pada kegiatan pendidikan dan pelatihan peningkatan peran serta dan keselarasan gender, di Ruang Plumpungan Gedung Setda Lantai IV, Pemerintah kota Salatiga, Senin (26/8).

“Pendidikan berpolitik bagi perempuan menjadi program strategis dalam membangun sumber daya perempuan. Utamanya untuk membekali perempuan berperan aktif dalam dunia politik,”jelasnya.

Afif menjelaskan keterlibatan perempuan dalam perjalanan demokrasi pasca reformasi  sudah sangat jelas. Aturan yang menyatakan  ada 30 persen bagi calon legislatif perempuan adalah satu capaian penting. Diakui, bahwa perempuan tadi tidak hanya hadir di dunia politik saja, melainkan di unsur pemerintahan juga bisa berada di posisi yang strategis.

”Angka 30 persen keterwakilan perempuan menjadi syarat suatu partai untuk bisa berkontestasi dalam pemilu legislatif bagi pusat ataupun daerah. Karena itulah para perempuan harus mau dan sadar berpolitik,”ujarnya.

Sementara itu SR Hidayah selaku Ketua Perempuan Indonesia (KPI) Salatiga mengatakan bahwa peran perempuan pada politik global (women power and politics) sangat penting karena dalam proses pembuatan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat akan berwujud  pembuatan keputusan bersama untuk negara.

“Perempuan harus berpolitik, berperan dalam politik. Jangan takut karena kita harus memiliki power untuk menyampaikan pendapat dan gagasan dalam membangun bangsa,”bebernya.

Menurutnya, perempuan yang sudah berpolitik harus bisa menjadi penggerak dan perantara gagasan dari masyarakat. Karena peran tersebut diharapkan bisa meningkatkan apa yang menjadi kebutuhan dalam membangun sebuah aturan atau bangsa.

“Wanita harus belajar, karena peran kita di semua lini harus ada,”pungkasnya.(rd)