BALAIKOTA – Memperingati Hari Kartini ke-138, tujuh perempuan berdedikasi di Kota Salatiga mendapatkan penghargaan dan bingkisan dari Pemerintah Kota Salatiga. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Upacara Bendera Hari Kartini Tingkat Kota Salatiga di Halaman Pemkot Salatiga, 21/04.

Dalam upacara yang seluruh petugas upacaranya adalah perempuan tersebut, bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Ibu Puji Astuti Achmad Rofai selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga. Sedangkan komandan upacara adalah Kanit Dikyasa Ipda Mia Novrila dari Polres Salatiga dan seluruh peserta upacara termasuk Jajaran Forkopinda Kota Salatiga mengenakan kebaya dan beskap.

Dalam sambutannya, Ibu Puji Astuti Achmad Rofai mengingatkan bahwa peringatan Hari Kartini hendaknya jangan sampai menjadi salah kaprah dan diidentikkan dengan pemakaian kebaya dan beskap saja.

“Peringatan Kartini seringkali diidentikkan dengan peringatan seremonial semata, seperti pemakaian kebaya, sanggul, beskap, berfoto selfie dan lain-lain. Sudah saatnya kita merubah pola pikir kita menjadi lebih luas dan meneguhkan kembali makna hari kartini sebagai perjuangan emansipasi,” jelas Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga.

Ia menjelaskan bahwa emansipasi merupakan wujud kebebasan perempuan dalam menentukan secara subyektif untuk mengeksporasi kemampuan diri, bukan pemikiran mengklaim persamaa hak antara laki-laki dan perempuan.

“Artinya saat seorang perempuan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dengan kesadaran matang dan di sana ia dapat menemukan jati dirinya, maka hal tersebut sebenarnya sudah merupakan bentuk dari emansipasi. Begitu pula sebaliknya, ketika seorang perempuan ingin bereksistensi di ruang publik dengan tetap memperhatikan peran sebagai ibu, maka hal tersebut juga merupakan wujud dari emansipasi,” urai Ibu Puji Astuti Achmad Rofai.

Ke-tujuh perempuan berdedikasi yang mendapatkan penghargaan antara lain; Ibu Mike Eka Yulianti sebagai tutor paket A sejak tahun 2013, Ibu Rofiati sebagai tutor paket B sejak tahun 2007, Ibu Nuraeni sebagai tutor paket C sejak tahun 2005. “Selanjutnya adalah Ibu Watiyem dan Ibu Miyem sebagai buruh gendong selama 30 dan 20 tahun, Ibu Parti dan Ibu Yuliami sebagai juru parkir selama 20 tahun dan 15 tahun,” ungkap Kasubbag Publikasi dan Pemberitaan pada Bagian Humas Setda Kota Salatiga Yustisia Amin.

Selain ke-tujuh perempuan berdedikasi tersebut diserahkan pula bantuan sembako kepada 2 orang lansia dan bantuan gizi untuk 2 orang ibu pasca melahirkan. Dalam kesempatan yang sama diserahkan pula hadiah dan piagam untuk 6 pemenang lomba merangkai bunga dan membuat tumpeng dalam rangka Hari Kartini ke-138 tingkat Kota Salatiga.

Setelah upacara, dilaksanakan pula lomba memakai beskap bagi Kepala OPD laki-laki di Lingkungan Pemkot Salatiga dan juga bazar di Pendopo Pakuwon Pemkot Salatiga. (sg)