Salatiga(21/3), Setidaknya ada 2 hal penting yang terkait dengan kemajuan teknologi informasi, yaitu produk pariwisata dan produk UMKM, demikian disampaikan oleh Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris, SS, M.Si pada saat membuka acara Sosialisasi dan Pengembangan KIM Jawa Tengah tahun 2019, di Pendopo Pakuwon, Gedung Sekretariat Daerah Salatiga , pada kamis (21/3). Ditengah tengah harapan dan optimisme tentang revolusi industry 4.0, dimana masyarakat sangat tergantung kepada informasi, maka penguasaan terhadap teknologi informasi menjadi salah satu kunci sukses. “Masyarakat di bagian lain di wilayah Indonesia tidak akan tahu bahwa di Salatiga ada sambel tumpang atau ting ting gepuk misalnya jika masyarakat yang ada di sini tidak menginformasikan atau mengkomunikasikanya kepada mereka, dan era sekarang tentunya penguasaan terhadap teknologi menjadi salah satu kunci dari cara memberikan informasinya.” Ujar Wawali.

Namun bukan  hanya pemahaman atau penguasaan saja, tentunya juga harus ada filter terhadap sumber daya yang memilik moralitas yang baik mengingat di era sekarang informasi sudah sedemikian cepatnya, hoax menjadi salah satu permasalahan yang harus kita hadapi dan sikapi dengan cermat, sebab betapa sekarang masyarakat dapat dengan mudah terpengaruh hal-hal negative sebab banyak yang mendiskusikannya, sedangkan hal yang benar menjadi sangat tidak menarik karena tidak ada yang mendiskusikannya. ”Jaman dulu ketika musim libur banyak sekali kendaraan luar kota yang memenuhi tempat-tempat liburan seperti pulau bali, sekarang saya merindukan hal tersebut juga terjadi di kabupaten/kota kita, dan hal itu dapat terjadi jika ada kelompok masyarakat yang bergerak secara aktif menginformasikannya kepada khalayak, disinilah arti fungsi pentingnya dari KIM ini.” Tambah Haris.

Pada kesempatan yang sama Kabid Informasi dan Komuikasi Publik (IKP) pada Dinas Kominfo Prov Jateng, Setyo Irawan, ATD, MM menyampaikan bahwa KIM itu sebenarnya sudah ada sejak tahun 80/90 an.” Kalo dulu namanya Klompencapir berada dibawah Departemen Penerangan dan titik beratnya pada media mainstream ( tivi Cetak dan radio ), sedangkan sekarang KIM berada dibawah Kominfo dengan titik berat pada media social dan media online.” Terang setyo. Ditambahkan bahwa kedepan diharapkan KIM bukan hanya sebagai agen informasi yang mendesimenasikan informasi yang berkembang di daerah masing masing, tapi juga membantu promosi dan publikasi produk pariwisata dan produk UMKM. Meski saat ini baru terbentuk 4 KIM di Salatiga, tapi diharapkan sudah bisa ikut mempromosikan potensi Salatiga.

Kegiatan Sosialisasi ini di terselenggara bekerja sama dengan Diskominfo Kota Salatiga dan menghadirkan 3 narasumber, yaitu Ferry dari KIM manunggal jaya Grobogan, Natalia Sari P, S.Psi, M.Si pegiat UMKM dan DR. martuti, MM Widyaiswara BPSDMD Prov. Jateng, sedang peserta berasal dari dinas kominfo seluruh Jawa Tengah dengan membawa KIM masing masing kabupaten/kota.