BALAIKOTA – Untuk menyelaraskan pemahaman tentang hibah keagamaan, Pemkot Salatiga melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda melaksanakan Sosialisasi Hibah Bidang Keagamaan Tingkat Kota Salatiga Tahun 2019. Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra (Asisten I) Sekda Kota Salatiga, Dra. Gati Setiti, M.Hum di Ruang Plumpungan, Gedung Setda, Kamis 14/11/2019.

Dalam sambutannya Asisten I berharap agar melalui sosialisasi tersebut akan menyelaraskan pemahaman bersama tentang bagaimana mekanisme dan pertanggungjawaban hibah yang bersumber dari APBD Kota Salatiga.

“Supaya nanti pada saat pelaksanaan dan pertanggungjawaban dana hibah, dapat dilakukan secara benar sesuai peraturan yang berlaku. Jangan sampai dana hibah malah menimbulkan masalah di kemudian hari hanya karena administrasi yang kurang atau tidak sesuai dengan ketentuan,” jelas Gati Setiti.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kota Salatiga telah menetapkan Peraturan Walikota Salatiga Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberian Hibah yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Dalam peraturan dijelaskan secara detail mekanisme perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, akuntansi serta pertanggungjawaban dan pelaporan hibah.

Gati Setiti menambahkan bahwa sebagai implementasi dari prinsip akuntabilitas dan sebagai upaya meminimalisir kebocoran serta praktik-praktik pungli, maka pencairan dana hibah dilakukan dengan sistem non tunai. “Hal ini sudah berlaku sejak tahun 2015 lalu. Dan karena sudah berjalan kurang lebih 4 tahun, jadi saya rasa sistem transaksi non tunai ini sudah bukan menjadi barang baru lagi di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga,” jelasnya.

Adapun peserta kegiatan sebanyak 100 orang yang terdiri atas DMI Kota Salatiga, MUI Kota Salatiga, BKGS Kota Salatiga, perwakilan Takmir Masjid se-Salatiga, perwakilan Pengurus Gereja se-Salatiga, camat dan lurah serta Ketua RW.

Narasumber yang dihadirkan antara lain dari unsur Sekretariat Daerah Kota Salatiga dan Badan Keuangan Daerah Kota Salatiga.(sg)