Pemkot Salatiga Lakukan Rapid Test Massal di Pasar Pagi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Siti Zuraidah, SKM, M.Kes, tak bosan-bosannya mengingatkan warga untuk menjaga jarak (physical distancing), memakai masker dan rajin cuci tangan dengan sabun di air mengalir. Protokol kesehatan ini sangat penting guna mencegah penyebaran atau penularan COVID-19. Terlebih bagi warga yang beraktifitas di pasar pagi, dimana sudah ditemukan pedagang yang positif terpapar COVID-19 karena tertular dari daerah lain. Mencegah semakin meluasnya penyebaran COVID-19 di Salatiga, DKK bekerjasama dengan Dinas Perdagangan melakukan rapid test terhadap ratusan pedagang dan pembeli di pasar pagi. Langkah DKK ini akan terus dilakukan selama kondisi belum dinyatakan kondusif.

 

Zuraida menekankan bahwa, rapid test masal tersebut dilakukan untuk mendapatkan besaran masalah, dari berapa persen sampel jumlah pedagang dan pembeli di Pasar pagi yang dirapid test, dan berapa orang yang dinyatakan reaktif atau non reaktif. Dengan penerapan jaga jarak antara pedagang satu dengan yang lainnya sebagaimana sudah diterapkan oleh Dinas Perdagangan, dinilai akan bisa lebih cepat dan lebih mudah melakukan total tracing.

 

“Sebelumnya sudah ditemukan satu pedagang pasar pagi dari Kabupaten Semarang yang positif. Kemudian ada lagi satu pedagang dari Salatiga yang positif terkena virus dari Pasar Kobong Semarang. Pergerakannya, orang tersebut kulakan di Pasar Kobong Semarang kemudian berdagang di pasar pagi,” jelas Siti Zuraidah.

 

Dengan menerjunkan sekitar 25 personil tenaga kesehatan dan supervisor, DKK melakukan rapid test terhadap 163 orang di Pasar Pagi Jl Jendral Sudirman Salatiga, Jumat 29/5/2020. Hasilnya, ditemukan sembilan orang dinyatakan reaktif. Siti Zuraidah menandaskan, pedagang/pembeli yang reaktif ini akan dilihat terlebih dahulu berasal dari kelompok mana, baru kemudian ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri dan uji swab.

 

“Yang jelas, setelah diketahui asal kelompoknya, jika orang tersebut berasal dari Kota Salatiga maka akan segera kita lakukan swab sesuai jadwal Puskesmas wilayah masing-masing. Nantinya, Puskesmas juga lah yang akan melanjutkan contact tracing dan lain sebagainya,” tandasnya.

 

Untuk itulah, DKK bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, akan menghubungi pedagang atau pembeli yang dinyatakan reaktif tersebut sesuai nama dan nomor hp yang tertera dalam kartu yang diserahkan saat rapid test. Oleh karena itu, hasil rapid test yang bisa diketahui dalam waktu 15 menit tersebut langsung diserahkan ke Dinas Perdagangan untuk kemudian menghubungi yang bersangkutan agar melakukan isolasi.

 

“Hasil rapid test ini akan ditindaklanjuti dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mengantisipasi penularan, yang Alhamdulillah di pasar pagi ini sudah jauh hari sebelumnya menerapkan physical distancing sehingga ketika kita temukan salah satu pedagang yang positif, bisa dengan cepat kita tangani,” tambah Zuraidah.

 

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Kusumo Aji, SH, akan segera menghubungi pedagang atau pembeli yang menunjukkan tanda reaktif setelah resmi menerima hasil rapid test dari DKK Salatiga. Bagi yang reaktif, Ia mendesak untuk dilakukan isolasi.

 

“Yang berdagang dan belanja di pasar pagi bukan hanya warga dari Kota Salatiga saja, karena itu jika ada yang reaktif akan segera dihubungi dan dilihat asal daerah yang bersangkutan. Jika berasal dari daerah lain, tindaklanjutnya akan diserahkan ke Pemerintah Daerah setempat, namun jika yang reaktif tersebut berasal dari Kota Salatiga, akan ditindaklanjuti oleh petugas dari Puskesmas di wilayah kerja sesuai alamat yang bersangkutan,” jelas Kusumo Aji.