Salatiga(20/3), Agar dalam penyusunan, perencanaan dan pelaksanaan APBD berdasarkan asas umum pengelolaan keuangan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Bagian Keuangan Sekretariat Daerah kota Salatiga Gelar acara Sosialisasi Analisis Standar Belanja, di Ruang Kalitaman, Gedung Setda. Demikian disampaikan oleh Kabag Keuangan Setda Riniwati, BA saat memberikan laporan pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya kabag keuangan menambahkan bahwa pada penyusunan kegiatan tahun 2020, ada beberapa kegiatan yang dalam perencanaan anggarannya menggunakan analisis standar belanja atau yang disingkat ASB. Hal ini sesuai dengan Perwali no. 56 tahun 2018 tentang Analisis Standar Belanja.

Pada kesempatan yang sama Asisten Administrasi Umum Y. tri Priyo Nugroho ketika membuka acara sosialisasi tersebut, menyampaikan bahwa sebagai salah satu upaya pemerintah Kota Salatiga untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan APBD maka di keluarkan Perwali No. 56 Tahun 2018. Sebagaimana di ketahui bahwa menurut perwali tersebut ada 10 kegiatan yang dalam perencanaannya didasarkan pada perwali tersebut. Yaitu : Pelatihan atau bintek, Pendidikan dan pelatihan pegawai, Forum Komunikasi atau koordinasi, Kajian bersama, Diskusi, Sarasehan, Monitoring, Pengawasan dan Pengamatan, Pembinaan lembaga diluar instansi pemerintah, Peningkatan peran dan pemahaman masyarakat melalui interaksi langsung dengan masyarakat, Penyelenggaraan Rapat kerja, Perencananaan atau Penyusunan rencana Strategis, dan Sosialisasi program atau produk. Kesepuluh program tersebut dipilih karena rata-rata ada di setiap OPD, sehingga untuk perencanaan kegiatan tahun 2020 semua OPD sudah melaksanakan kegiatan yang direncanakan dengan menggunakan ASB, dimana ke depan akan diintegrasikan dengan system perencanaan berbasis elektronik atau E-Planning. “Mengingat ASB merupakan hal yang baru maka diharapkan seluruh peserta sosialisasi agar mengikuti dan memperhatikan seluruh arahan dari para narasumber, agar ke depan masing masing OPD dapat menyusun dan melaksanakan APBD yang sesuai dengan asas umum pengelolaan keuangan daerah yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.” Ujar Tri priyo.  “ASB adalah pedoman dalam perencanaan keuangan untuk itu saya meminta agarseluruh peserta dapat benar-benar memahami, sehingga dalam pelaksaan nanti semua dapat berjalan seperti yang diharapkan,  kalo kita melihat dalam kegiatan yang ada di standarisasi harga baru 10 harapannya tahun 2020 atau paling tidak tahun 2021 semua bisa di ASB, sehingga kalo ada usulan yang bersifat mendadak sudah tidak perlu lagi pembahasan ataupun rekomendasi  ” tambah tri Priyo

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 95 orang, yang terdiri dari, kasubag Perencanaan Keuangan, Bendahara pengeluaran pada OPD, Bendahara Pembantu pada bagian di Sekretariat daerah, serta para peneliti RKA dan DPA, dan menghadirkan narasumber tenaga ahli penyusun ASB dari UKSW Salatiga, serta pejabat structural dari Bapelitbangda dan Sekretariat Daerah.