BALAIKOTA – Untuk mendapatkan masukan dan melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Salatiga 2017-2022, Pemkot Salatiga melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Salatiga menggelar dengar Pendapat (Public Hearing) Raperda RPJMD di Gedung Sekretariat Daerah, Rabu 11/10.

Kegiatan yang dibuka oleh Walikota Salatiga, Yuliyanto ini dihadiri sekitar 200 undangan dari berbagai unsur seperti Organisasi Perangkat Daerah, camat, lurah, tokoh masyarakat, akademisi, PKK, instansi vertikal dan juga pemangku kepentingan lainnya.

Selain menyampaikan 9 misi pemerintah Kota Salatiga, Walikota Salatiga dalam sambutannya juga menyampaikan program-program unggulan Walikota dan Wakil Walikota. Program-program tersebut dikelompokkan menjadi 4 antara lain; pemberdayaan kelembagaan tingkat kelurahan; peningkatan sarana dan prasarana olahraga, seni budaya dan pendidikan; penataan wajah kota dan peningkatan kualitas layanan melalui integrasi layanan e-government.

“Kami berharap agar peran serta masyarakat ke depan dapat terus ditingkatkan sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas-tugas yang diamanatkan kepada kami, demi membangun Kota Salatiga Hati Beriman yang SMART,” kata Yuliyanto.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Panitia, Kabid Litbang Bapelitbangda Kota Salatiga, Joko Wahono. Ia menjelaskan bahwa tahapan public hearing merupakan selangkah menuju perumusan rancangan akhir RPJMD dan penetapan Peraturan Daerah tentang RPJMD. “Sebelum pembahasan di DPRD, rancangan RPJMD ini harus melalui tahapan dengar pendapat atau public hearing,” jelas Joko Wahomo.

Bertindak selaku narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Drs. Setyohadi Pratomo, M.Si dari PT. Indonesian Consultant for Development and Empowerment, Semarang. (sg)