SALATIGA – Ada yang spesial dalam pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Provinsi Jawa Tengah XII Tahun 2017 di Lapangan Pancasila Salatiga, Senin sore 09/10. Penampilan yang menyita banyak perhatian dan mendapat applaus dari audiens adalah paduan suara dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga saat pembukaan kegiatan tersebut.

Hal tersebut juga mendapat perhatian dari Walikota Salatiga, Yuliyanto. Dalam sambutannya, ia menyebutkan bahwa kegiatan Pesparawi bukan sekedar perlombaan paduan suara saja tapi juga merupakan perwujudan kebhinnekaan yang memiliki makna ganda, baik bagi kehidupan umat Kristiani maupun kehidupan bangsa Indonesia secara menyeluruh.

“Selamat datang kepada seluruh kontingen di Kota paling toleran ini. Di sini toleransi tidak hanya slogan semata, tapi sudah merupakan budaya keseharian. Meski kegiatan pesparawi ini adalah kegiatan umat Kristiani, tapi panitia yang bekerja keras di balik acara ini juga berasal dari berbagai agama,” ungkap Walikota

Yuliyanto menambahkan bahwa perbedaan tersebut bukan menjadi penghalang. “Sebaliknya panitia mampu bersinergi untuk kelancaran acara ini. Contoh nyata yang dapat Anda saksikan adalah penampilan paduan suara dari adik-adik HMI dan juga petugas keamanan yang berasal dari rekan-rekan Banser/GP Ansor,” urai Walikota.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Panitia Pdt Yohan Kisnanto. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu terselenggaranya pesparawi XII Jateng ini. Direncanakan kegiatan yang diikuti oleh 15 kabupaten/kota ini berlangsung mulai Senin 09/10 sampai Rabu 11/10.

Pesparawi Jateng XII ini digelar di Balairung UKSW Salatiga, Gedung Sinode dan Gereja Bethany serta menampilkan 11 mata lomba mulai dari solo anak sampai dengan vocal group dan musik pop gereja. “Total peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini adalah sebanyak 78 tim atau 1.236 orang dari 15 kab/kota,” jelas Pdt Yohan Kisnanto. (sg)