Salatiga(6/11), Pengelolaan data statistik sektoral merupakan salah satu inisiasi dari Kebijakan Satu Data Indonesia yang sangat dibutuhkan untuk menyatukan seluruh informasi data statistik yang diproduksi oleh berbagai produsen data secara terintegrasi. Sehingga tidak terdapat lagi perbedaan dan tumpang tindih data statistik, hanya ada satu referensi data yang  menjadi pegangan dalam pembuatan kebijakan strategis, maupun penerbitan perizinan. Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Salatiga, Drs. Nasirudin, pada acara Workshop Data Statistik Sektoral Tahun 2019, di Hotel Lorin Solo, Rabu(6/11). “Mengutip pidato kenegaraan presiden RI di depan DPR/MPR RI lalu, bahwa data adalah jenis kekayaan baru bangsa, yang harganya lebih mahal dari minyak, oleh karena itu saya berharap dengan adanya acara ini kita dapat menyusun tata kelola data statistik yang baik sehingga dapat digunakan sebagai acuan dan pedoman penyusunan perencanaan pembangunan daerah.” Tegas nasirudin

Lebih lanjut nasirudin menjelaskan bahwa dalam rangka mewujudkan kebijakan satu data dengan pemanfaatan sistem informasi maka Diskominfo Kota Salatiga membuat portal informasi data statistik dengan alamat dataku.salatiga.go.id  yang datanya berasal dari SKPD terkait.

Senada dengan Kadis Kominfo, Kabid persandian dan Telekomunikasi Yulis Oreyano, SE menegaskan bahwa kegiatan workshop yang dilaksanakan selama 2 hari ini adalah dalam upaya mewujudkan satu data kota salatiga. “Usai workshop nanti akan ada RTL yaitu rencana tindak lanjut, artinya usai dari kegiatan ini diharapkan OPD dapat secara aktif melakukan sharing data utamanya data spasial (sektoral) secara kontinyu/up to date.” Tegas yulis.

Pada kesempatan yang sama Dhani Widagdo, SST Kasi IPDS BPS Kota Salatiga menekankan pentingnya metadata pada sebuah data statistik.  “Metadata merupakan informasi mengenai suatu data, karena dengan metadata suatu data dapat diketahui, siapa yang membuat, kapan dipublikasikan, apa isi dan struktur datanya, dan sebagainya.” Terang dhani. Oleh karena itu metadata menjadi penting karena dengan membaca metadata  kita dapat mengetahui identitas suatu data itu sendiri.

Workshop dilaksanakan selama 2 hari (6 – 7/11), diikuti oleh 60 peserta dari seluruh OPD di kota Salatiga, beserta 3 perguruan tinggi dan 7 instansi vertikal, dengan mendatangkan narasumber dari Diskominfo Provinsi, BPS Kota Salatiga, dan Kominfo Salatiga.