Salatiga –  Pemerintah kota Salatiga mendorong munculnya  inovasi baru dari lingkup kelurahan dan sekolah melalui Laboratorium inovasi administrasi negara (Lab Inagara). Hal ini perlu dilakukan mengingat prestasi tahun 2018 lalu, dimana kota ini sudah menghasilkan 89 inovasi.

“ Saat ini kami mencari inovasi, gagasan dan ide baru dari lingkup kelurahan dan sekolah. Tahapan awal yang harus dilalui adalah tahap drump up dan diagnose.  Dimana tahapan drump up adalah untuk menginisiasi pengambil kebijakan dalam berinovasi dan menggalang dukungan, sedangkan langkah selanjutnya diagnose yakni untuk menggali ide inovasi, visi dan impian yang akan dilakukan, “ Jelas Dra Gati Setiti M.Hum selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Salatiga saat membuka kegiatan Lab Inagara di lingkungan kelurahan dan sekolah tahun 2019, di Ruang Plumpungan, Gedung Setda lantai 4, Rabu (13/3).

Diakui bahwa pada tahun 2017 hingga 2018 lalu, pemerintah kota Salatiga telah melaksanakan Lab Inagara dengan peserta dari seluruh SKPD dan puskesmas dan menghasilkan ide inovatif sejumlah 89 inovasi. Hal ini, menurut Gati merupakan terobosan yang baik sehingga mampu mengantarkan pemerintah kota Salatiga mendapatkan penghargaan Inagara Award.

“ Atas dasar keberhasilan tersebut, maka pemerintah  kembali  menyelenggarakan kegiatan ini dengan mengambil 143 unit kerja yang terdiri dari 23 kelurahan, 26 SMPN dan swasta, 94 sekolah dasar yang keseharian bersentuhan langsung dengan masyarakat,” Katanya.

Dirinya berharap agar kedepan adanya inovasi yang baru dapat dilaksanakan dengan baik dan menjadi terobosan jitu di segment masing-masing. Sehingga akan mendorong terwujudnya pelayanan prima ke masyarakat.

“ Besar harapan saya ada akselerasi perkembangan inovasi pada instansi di pemerintah kota khususnya  di kelurahan dan sekolah dalam menciptakan kualitas pelayanan publik, kepuasan masyarakat dan kinerja pegawai, “ Tuturnya.

Lanjutnya, ke depan Lab Inagara ini juga akan didampingi oleh tim dari LAN RI  dengan melalui lima tahapan yakni tahap awal  drump up, kemudian  diagnose, lalu tahapan design, lanjutnya adalah tahap  deliver dan yang terakhir adalah tahap display.

“ Manfaatkan tahap awal drump up dan diagnose ini dengan baik, sampaikan apa yang menjadi ide dan inovasi bapak ibu untuk menciptakan inovasi lain yang lebih kreatif dan harus tepat guna dan bermanfaat, “ Pungkasnya

Sementara itu, Tri Widodo W Utomo, SH MA selaku Deputi inovasi LAN RI mengatakan bahwa kegiatan di kota Salatiga  ini  adalah kesempatan yang baik dan merupakan geliat baru dan luar biasa, karena pada  tahun lalu kota ini sudah mampu menghasilkan 89 inovasi baru dilingkup OPD.

“ Inovasi yang sebelumnya sudah cukup banyak, namun dirasa belum cukup bagi Pemkot Salatiga. Hal ini justru akan ditambah dengan inovasi baru dan akan kami dorong,” Bebernya.

Menurutnya, untuk hari ini kita belum bisa memastikan ada beberapa inovasi yang bisa dilahirkan, namun dengan melihat peserta disini maka kami berharap ratusan inovasi akan tercipta dan muncul.

“ Tahun ini kami tunggu inovasi baru dari bapak ibu. Ada dua segment yang akan kita dorong yaitu inovasi di segment pendidikan, guru, kepala sekolah dan inovasi di sektor pelayanan di kelurahan. Semoga bisa muncul dengan jumlah lebih banyak,” Terangnya.