SIDOMUKTI, Ketua Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga, Putnawati melarang para siswa saat mencoblos dalam pemilu menggunakan prinsip Nomer Piro Wani Piro (NPWP). Demikian himbaunya saat melaksanakan sosialisasi Pemilihan Gubernur Jawa Tengah bersama Polres Salatiga di SMK Pelita Salatiga 9/10.

Singgih Pujianto selaku guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menjelas bahwa kegiatan tersebut dalam rangka mendukung materi kepemiluan dalam mapel. “Dalam kurikulum 2013 dimungkinkan mendatangkan guru atau pengajar dari luar sekolah. Dengan sosialisasi pemilu kali ini tentu akan berdampak positif bagi siswa karena bertemu langsung dengan KPU selaku penyelenggara pemilu dan unsur kepolisian sebagai salah satu pengamannya,” terang Singgih.

Dihadapan sekitar 80 siswa, Putnawati mengawali materi dengan mengajak anak-anak bernyanyi “Dari Sabang Sampai Merauke”. “Syarat boleh memilih/mencoblos dalam pemilu adalah sudah berusia 17 tahun atau yang sudah menikah. Jika adik-adik semua telah berumur 17 tahun maka berhak untuk mencoblos. Jika nanti belum terdaftar dalam daftar pemilih sementara maka segera mendaftarkan diri, meskipun bisa saja mencoblos dengan menunjukkan bukti KPT-el,” pinta Putnawati.

Dalam sesi ke-dua Bripda Cendikia Paramadina dari Polres Salatiga menjelaskan tentang tugas dan tanggung jawas Polres sebagai salah satu elemen pengaman Pemilu. Dalam setiap perta demokrasi pemilihan umum, pasti berpotensi terjadi gangguan kamtibmas, seperti permasalahan daftar pemilih tetap, kampanye hitam, berita hoax di media sosial, dan gesekan masa pendukung. ” Dalam hal ini Polres Salatiga  berkomitmen menjaga kondusifitas kota. Polres tidak ingin setiap kegiatan pemilihan umum, ternoda dengan kejadian-kejadian yang menimbulkan citra daerah menjadi buruk,” ungkap Cendikia.