BALAIKOTA – Semua kelurahan di Kota Salatiga telah dinyatakan terbebas dari buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF). Perkembangan akses sanitasi ini telah mencapai angka 100% pada akhir Oktober lalu.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris saat memberikan sambutan sekaligus membuka Workshop Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Gedung Setda Kota Salatiga, Senin 03/12/2018.

“Saat ini seluruh kelurahan di Kota Salatiga sudah melaksanakan Deklarasi ODF, artinya seluruh kelurahan sudah menyatakan tidak ada lagi masyarakat Salatiga yang BAB sembarangan. Kelurahan ODF memang sudah dicanangkan, namun bukan berarti tugas telah selesai. Untuk menuju Salatiga ODF kita masih membutuhkan tahapan selanjutnya yaitu verifikasi tingkat provinsi,” ungkap Muh Haris.

Wakil Walikota juga menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilaksanakan pemkot untuk mencapai Salatiga ODF. Pembangunan non fisik melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan, sarasehan sampai blusukan door to door. “Sedangkan pembangunan fisik dengan pembangunan infrastruktur stimulant tanki septic individu maupun komunal, paket jamban maupun IPAL komunal,” urai Wawali.

Muh Haris juga mengatakan bahwa ada 3 hal yang menjadi syarat menyelesaikan permasalahan yang berkaitan langsung dengan masyarakat seperti ODF ini. Tiga hal tersebut adalah terukur, berkesinambungan dan dilaksanakan bersama-sama atau keroyokan antara pemerintah, swasta dan masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Marhadi. Ia menyebutkan bahwa perkembangan akses sanitasi Kota Salatiga pada akhir tahu n 2016 adalah 87,78%, pada akhir tahun 2017 meningkat 97,3%, sedangkan pada Maret 2018 naik menjadi 98,5% dan pada akhir Oktober sudah mencapai 100%.

Ia juga mengatakan bahwa ODF harus diiringi dengan kegiatan nyata yang terintegrasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menuju masyarakat Kota Salatiga yang lebih baik dan sehat dengan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Adapun kegiatan workshop tersebut diikuti oleh 150 orang yang terdiri dari Kepala Dinas terkait, Camat, Lurah, puskesmas, TP PKK Kota sampai Kelurahan, swasta, tokoh masyarakat dan juga Ketua RW. Narasumber yang dihadirkan berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali.(sg)