Balaikota – Koperasi harus menyesuaikan diri dengan hadirnya teknologi. Keberadaannya akan sangat membantu dalam pengembangan inovasi  dan kreatifitas di dalamnya.

“ Ekonomi kerakyatan di kota Salatiga harus tetap eksis, hidup, bergerak secara masif sehingga kesejahteraan masyarakat bisa meningkat baik. Koperasi harus berinovasi dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, agar koperasi tidak jadul sehingga anak muda juga harus mencintai koperasi,” Jelas Yuliyanto SE MM saat membuka seminar nasional Lembaga  Penjamin Simpanan Koperasi (LPSK) di Ruang Kaloka, Gedung Setda Lantai IV, Senin (10/12). Menurutnya hadirnya LPSK akan memberikan pengaruh dan pengawasan terhadap koperasi. Perkembangan koperasi di masyarakat diharapkan bisa lebih baik sehingga kepercayaan terhadap wadah ini akan semakin memenuhi kebutuhan  masyarakat.

“ Pengawasan terhadap koperasi diharapkan bisa lebih baik, ditambah akan hadirnya teknologi informasi sesuai dengan perkembangan zaman. Saya ingin koperasi terus berinovasi sehingga  akan tumbuh dan berkembang menjadi koperasi yang benar-benar sehat,” Ungkapnya.

Lanjutnya, Yuliyanto menambahkan bahwa adanya seminar nasional lembaga penjamin simpangan koperasi ini dapat menyatukan arah, strategi dan langkah kebijakan dalam koperasi. Hal ini sesuai dengan tiga prioritas yang telah dicanangkan pemerintah, yakni di sisi pendidikan, kesehatan,  koperasi dan ekonomi kerakyatan. Hasilnya bisa sangat terukur yakni bisa dilihat dari angka kemiskinan di  2016 dan 2017 berada di angka 5,17 %  terkecil di Jawa tengah dengan IPM tertinggi di Jateng.

“ Kalau semua faktor itu kita dukung bersama dengan adanya koperasi yang sehat, pada akhirnya masyarakat kita bisa sejahtera,” Jelasnya.

Sementara itu,  Ir Wuri Pujiastuti MM selaku Kepala dinas Koperasi dan UKM Salatiga mengatakan bahwa adanya koperasi yang  baik dan nyaman akan memberikan jaminan ke masyarakat untuk melakukan simpan pinjam. Hadirnya LPSK akan sangat membantu masyarakat untuk lebih percaya berkoperasi nantinya.

” Tak dipungkiri, kepercayaan masyarakat terhadap koperasi saat ini memang agak menurun. Maka  diharapkan koperasi memiliki terobosan agar gerakan koperasi bisa lebih baik lagi,” Ungkap Wuri.

Seminar nasional Lembaga  Penjamin Simpanan Koperasi (LPSK) ini juga menghadirkan tiga narasumber yakni DR Suwandi MSi dari Kemenkop dan UKM RI, Marwata Ph.D dari UKSW Salatiga dan  H Djulay Iskandar SE MM dari Kospin Jasa Pekalongan.