Yogyakarta(8/5). Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan, sebagai bagian dari pelaporan proses  dan hasil pekerjaan merupakan hal penting bagi seorang pejabat fungsional tertentu. Penempatannya dalam posisi jabatan yang tidak sesuai dengan tupoksi jftnya ditambah dengan tuntutan instansi dimana yang bersangkutan ditempatkan, semakin menambah tenggelamnya memori tentang kewajiban mendokumentasikan pekerjaannya. Padahal penilaian kinerjanya sebagian besar masih bergantung dari hasil dokumentasi tersebut.

Dalam pembukaan acara Workshop Pengembangan Sistem Informasi, di Yogyakarta, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Muh. Nasirudin kembali menegaskan pentingnya dokumentasi pekerjaan. “perbedaan antara jfu dan jft itu ada pada jangka waktu kenaikan pangkatnya. Jfu 4 tahun naik pangkat sedangkan jft bisa lebih lama atau bahkan lebih cepat. Itu tergantung seberapa banyak angka kresit yang didapatkan dari hasil dokumentasi pekerjaan yang dinilaikan untuk mendapatkan angka kredit. “ ujar nasirudin.

Assesment Pranata Komputer

Menyiasati banyaknya pejabat fungsional pranata komputer dilingkungan pemkot Salatiga yang Kesulitan daalam pengumpulan angka kredit, Diskominfo adakan workshop dan assesment dalam rangka peningkatan kemampuan dalam bidang kompuyer sekaligus pemetaan minat daan keahlian. Kabid Aptika Diskominfo Kota Salatiga, Tri Prawiati menjelaakan bahwa assesment dilakukan sebagai pemetaan keahlian, dimana hasil dari assesment teesebut akan diberikan kepada BKDiklatda sebagai bahan pertimbangan untuk penataan pejabat funsional pranata komputer.

“Selain sebagai bahan pertimbangan bagi BKDiklatda dalam proses penataan jft prakom, acara ini dimaksudkan agar para pesertanya kembali bersemangat dalam bekerja meski tidak ditempatkan sesuai tupoksinya. Mengingat ke depan. Smart City menjadi salah satu tujuan kebijakan pemerintah. Jadi mulai dari sekarang kami berusaha menyiapkannya. Saat ini dari 86 jft prakom belum semuanya maksimal.” Terang tri prawiati.

86 orang peserta adalah JFT Prakom dan calon JFT Prakom.