BALAIKOTA – Kodrat Bangsa Indonesia adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, agama, kepercayaan, bahasa, adat istiadat, dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Salatiga, Muh. Haris saat membacakan Sambutan Presiden RI dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tema ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila’. Upacara tingkat kota Salatiga tersebut diikuti oleh seluruh jajaran PNS di Lingkungan Pemkot Salatiga di Halaman Pemkot Salatiga, Kamis 01/06.

Wakil Walikota mengatakan bahwa nilai-nilai keberagaman Indonesia sedang menghadapi tantangan oleh sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. “Masalah ini makin mencemaskan saat diperparah dengan penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias berita bohong,” kata Wakil Walikota.

Peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, penanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan Pancasila. “Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan, dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman pemahaman nilai-nilai Pancasila,” ujar Muh. Haris.

Lebih lanjut, diingatkan pula perlunya kewaspadaan nasional terhadap pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah akan bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-pancasila, anti-UUD 1945, dan anti-Bhinneka Tunggal Ika. Seluruh lapisan masyarakat diajak untuk menjaga perdamaian, persatuan serta persaudaraan.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila untuk kali pertama ini digelar tidak hanya di Pemkot Salatiga, tapi juga dilaksanakan di berbagai instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta sekolah-sekolah di Kota Salatiga. Hal ini sesuai dengan surat Menteri Sekretaris Negara RI Nomor B-437/M.Sesneg/Set/TU.00.04/05/2017 tanggal 18 Mei 2017 tentang Penyelanggaraan Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017 dan Pekan Pancasila.

Kepala Bagian Humas Setda, Sri Satuti menjelaskan bahwa berdasarkan Surat Menteri Sekretaris Negara tersebut, upacara bendera dilaksanakan pada Hari Kamis 1 Juni 2017 di lingkungan kerja masing-masing dalam suasana khidmad, tertib dan sederhana. “Oleh karena itulah pelaksanaan upacara tidak dilaksanakan secara terpusat di Lapangan Pancasila, namun di lingkungan kerja masing-masing dengan sederhana,” jelas Kabag Humas. (sg)