TINGKIR – Kirab Budaya dalam rangka pengembangan wawasan kebangsaan (wasbang) Tahun 2018 berlangsung meriah. Kegiatan yang diikuti oleh 23 kelompok kesenian dari 23 kelurahan se-Salatiga tersebut digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Salatiga di Kampung Wasbang RW 01 Butuh, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Minggu 18/11.

Turut hadir menyaksikan kirab adalah Walikota Salatiga Yuliyanto beserta isteri, Anggota DPRD Kota Salatiga, para Camat dan Lurah, OPD dan instansi terkait. Walikota menyambut positif atas penyelenggaraan kegiatan tersebut berharap agar kegiatan kirab tersebut dapat dikembangkan di kemudian hari.

“Saya sampaikan apresiasi kepada segenap panitia dan juga warga RW 01 Butuh, Kelurahan Kutowinangun Lor atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan positif ini dapat lebih dikembangkan di waktu yang akan datang, dengan melibatkan berbagai pihak agar semakin meriah lagi,” kata Walikota.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kesbangpol Kota Salatiga, Agung Nugroho. Selain untuk memberikan ruang dan aktualiasasi bagi para pelaku kesenian, kegiatan kirab wasbang tersebut juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai wawasan kebangsaan bagi warga masyarakat khususnya para generasi muda.

“Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai persatuan, kebangsaan, keberagaman dalam bingkai kebhinnekaan selalu tertanam dalam jiwa warga masyarakat Kota Salatiga. Sehingga NKRI Harga Mati tidak hanya menjadi jargon semata, tapi juga menjadi semangat dan kekuatan untuk menjaga persatuan bangsa,” ujar Agung Nugroho.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja diselenggarakan di RW 01 Butuh karena daerah tersebut telah ditetapkan sebagai Kampung Kebangsaan. Ia juga mengatakan bahwa ke depan kegiatan tersebut akan digelar dengan melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar), agar semakin meriah.

“Antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan ini sangat bagus. Secara umum kegiatan ini berlangsung meriah. Semoga ke depan agenda kegiatan ini dapat diselenggarakan, tidak hanya di tingkat kota, tapi juga regional. Tentu saja dengan dukungan berbagai pihak seperti Dinbudpar dan pihak-pihak lain agar semakin meriah,” urai Agung Nugroho.

Ia mengungkapkan bahwa kirab budaya tersebut juga dilombakan. Bertindak selaku dewan juri antara lain: para pemerhati budaya, Bp Suparno, Bp. Jayus dan juga seorang tokoh masyarakat Kampung Butuh yaitu Bp. Supriyanto.

Agung Nugroho mengatakan bahwa Kesbangpol telah menyiapkan kontribusi untuk seluruh peserta yaitu Rp. 2,5 juta untuk tiap kelompok. “Karena sudah ada uang kontribusi untuk tiap kelompok, maka sesuai aturan kami tidak dapat memberikan uang pembinaan. Namun kami telah menyiapkan piala Juara I sampai dengan Juara Harapan III sebagai apresiasi untuk para juara,” pungkas Kepala Kesbangpol Kota Salatiga ini. (sg)