SALATIGA –¬†Menghadapi perayaan natal 2018 dan tahun baru 2019, Pemkot Salatiga melakukan persiapan terkait ketersediaan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako), BBM, gas termasuk kelancaran arus lalu lintas dan keamanan masyarakat. Untuk itu Pemkot melalui OPD terkait berkolaborasi dengan TNI, Polri dan ormas guna mewujudkan Kota Salatiga sebagai kota toleran dengan mengamankan jalannya perayaan natal. Hal itu disampaikan Walikota Salatiga Yuliyanto saat jumpa pers di RM Joglo Bu Rini, Selasa (18/12/2018).

“Kondisi harga sembako di pasar hingga saat ini masih aman. Kalaupun ada kenaikan, masih dalam taraf wajar. Jika kenaikan harga sudah meresahkan, pemkot melalui dinas terkait akan melakukan operasi pasar,” tandas Yuliyanto.

Menghadapi lonjakan arus lalu lintas, Walikota memerintahkan Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung serta ketersediaan tenaga medis dan obat obatan.

“Tidak kalah penting, tenaga dari Dinas Lingkungan Hidup untuk langsung membersihkan sampah yang tertinggal pasca perayaan tahun baru. Jadi kami akan all out,” terangnya.

Menghadapi ledakan arus lalu lintas di Salatiga, Wakapolres Kompol Kristanto mengungkapkan banyaknya lintasan di dalam dan ke luar Kota Salatiga sehingga tidak akan menyulitkan pengaturan. Terlebih, jalan tol Salatiga-Kartasura sudah bisa difungsikan per tanggal 22 Desember ini. Meski demikian, Polres mempersiapkan tim pengurai untuk melakukan pengalihan jika terjadi kemacetan panjang terutama di Jl Osamaliki yang sedang dilakukan pembangunan trotoar dan gorong-gorong.

“Secara fungsional, jalan tol Salatiga-Kartasura akan dibuka untuk umum pada tanggal 22 Desember sehingga akan mengurangi kepadatan arus dari Tingkir sampai Noborejo. Kami yakin difunsikannya jalan tol ini akan memperlancar arus lalu lintas yang ada di Salatiga,” terang Kristanto.

Lebih jauh, Polres Salatiga menyatakan kesiapan melakukan pengamanan baik tempat ibadah dan kegiatan masyarakat lainnya. Dalam hal ini Polres melibatkan beberapa ormas, termsuk 75 personil banser dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di bawah kendali Bag.Ops Polres Salatiga.

“Kegiatan tahun baru akan dipusatkan di lapangan Pancasila untuk memecah penumpukan masyarakat yang menunggu pesta kembang api,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kota Salatiga Agung Hendratmiko menjelaskan pembangunan di Jl Osamaliki yang dinilai menyebabkan terjadinya kacetan. Menurut Agung, seharusnya pembangunan tersebut sudah selesai tanggal 12 Desember 2018, namun ada keterlambatan dalam proses koordinasi dengan pihak lain seperti pengalihan kabel fiber optik milik Telkom dan penebangan pohon yang harus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Namun demikian, ia menargetkan pekerjaan selesai tanggal 26 Desember. (boim)