Balaikota – Pemkot Salatiga gelar refleksi akhir tahun 2018 dengan pemutaran kaledoskop 2018 dan pertunjukan sendratari di Gedung Pakuwon, Kantor Setda Pemerintah Kota Salatiga, Sabtu (29/12).

“  Tak terasa kita sudah sampai di penghujung 2018.  Secara ringkas tadi telah kita lihat lewat kaledoskop 2018. Saya berharap agar pemutaran tadi bisa memberikan refleksi atas kota Salatiga baik dari pembangunannya, prestasi maupun berbagai hal yang mewarnai kota ini selama 2018,” Ujar Walikota Salatiga Yuliyanto SE MM saat membuka acara tersebut.

Menurutnya, pemutaran Kaledoskop 2018 dan pertunjukan sendratari prajanjen salatiga juga dilakukan untuk menyambut tahun baru 2019. Dirinya mengajak agar semua pihak saling bersama-sama bekerja demi meningkatkan keberhasilan di segala bidang.

“ Kita bisa mengambil pengalaman. Kita jadikan bekal untuk mengarungi kehidupan di tahun depan yang lebih baik lagi, “ Jelasnya.

Diakui, bahwa prestasi yang kita peroleh adalah hasil kerja keras bersama  seluruh stakeholder yang ada yakni bapak sekda  beserta para pimpinan OPD, semua forkompinda yang telah bersinergi selama ini.

“ Bukan tujuan  kami untuk mencari penghargaan namun bagaimana kami pemerintah kota menunjukkan kerja yang keras dan ikhlas. Saya berharap, penghargaan atau predikat ini terus tidak membuat kita puas diri dan harus lebih semangat lagi. Insaallah kalau kita berkomitmen dalam menjalankan RPJMD 2017-2022 saya yakin nantinya akan lebih baik lagi,” Bebernya.

Dirinya mencontohkan bahwa penghargaan yang baru saja didapat  adalah  penghargaan kota sedang dalam kategori kota cerdas urutan 2 tingkat nasional telah menjadi sebuah gambaran bahwa kota ini sudah semakin baik di berbagai bidang.

“ Alhamdulillah kepada institusi independent  dari litbang kompas dan ITB yang telah memberikan penilaian sebagai kota cerdas urutan 2 tingkat nasional. Kami semua tidak diwawancari namun mereka melihat dari luar kondisi pemerintah seperti apa, kondisi masyarakatnya, kondisi ekonomi, lingkungan, dll, “ Pungkasnya.

Sementara itu, Sri Danujo kepala Disbudpar Kota Salatiga mengatakan bahwa pertunjukan sendratari perjanjian salatiga adalah bentuk kesenian yang ditampilkan dalam bentuk tarian. Tari tersebut  adalah ciptakan  dari mangkunegara satu dimana  ada pasukan putri yang bertugas mengelabuhi belanda dengan menggunakan busur panah. Didalamnya juga menceritakan,  pada  17 Maret 261 ada perjanjian di Salatiga untuk menyelesaikan konflik di mataram, anatara kasunanan mataram, surakarta, dan  jogjakarta yang bertempat di  desa kalicacing.

“ Sendratari perjanjian salatiga nantinya akan kami jadikan trademark. Seperti halnya sendratari ramayana dari prambanan, sendratari perjanjian salatiga adalah dari Kota Salatiga. Dimana tari tadi adalah ciptakan  dari mangkunegara 1, disini ada pasukan putri untuk mengelabuhi belanda dengan menggunakan busur panah. Para pemainnya adalah kolaborasi dari beberapa sanggar di kota Salatiga. Mudah-mudahan akan menjadi unggulan di bidang kesenian kedepannya,” Tuturnya.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat pada  17 Maret 2019, memberikan dukungan kepada Disbudpar untuk  mengundang tiga  raja, yakni dari kasunanan, mangkunegaran dan jogjakarta.

“ Kami mohon dukungannya ngihh, agar sendratari ini bisa lebih dikenal lagi, Jelasnya.