Kauman Kidul- Tumbuhnya Pasar Tiban di Kota Salatiga dinilai berdampak baik dalam mengangkat pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di bidang usaha kecil menengah atau usaha mikro. Oleh karena itu, munculnya pasar Agrowisata Sitalang di Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sodorejo, diharapkan akan mampu memberi manfaat lebih luas dalam memberdayakan hasil usaha yang diolah oleh masyarakat setempat.
Ketua Gapoktan Prima Agung Kauman Kidul, Agus Tohirin, dalam Peresmian Agrowisata Sitalang pada Minggu (24/03) pagi mengatakan, besarnya animo masyarakat di pasar Argowisata Sitalang ini merupakan bukti terwujudnya kebijakan pemerintah dalam memberi nilai manfaat terhadap warga Kauman Kidul. Ia berharap agar kedepan, Kauman Kidul dapat dikembangkan sebagai Desa Wisata, sekaligus ikon Kota Salatiga dan destinasi wisata di Jawa Tengah.
“Program ini merupakan sebagian kecil dari mimpi kami untuk membentuk agrowisata Prima Agung, yang ke depan akan dikembangkan dengan berbagai obyek wisata edukasi anak. Mohon kepada Bapak Walikota, agar kedepan Kauman Kidul dapat dikembangkan sebagai Desa Wisata,” terang Agus.
Salah seorang pengunjung Pasar Agrowisata Sitalang, Eni Hidayatus (48) warga Dusun Krajan RT 01 RW 01 Bejaten, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang mengaku sangat senang dengan adanya Pasar Tiban di tengah areal persawahan tersebut. Namun ia menyoroti belum tersedianya tempat sampah dan sulitnya mencari tempat parkir.
“Sebagai warga desa yang bersebelahan dengan Pasar Tiban, saya sangat senang karena desa ini menjadi lebih hidup dan sangat ramai. Tapi, akan lebih baik jika disediakan tempat sampah di sepanjang lokasi pasar, meskipun dari gapoktan Gapoktan Prima Agung Kauman Kidul sudah menyiapkan tenaga untuk membersihkan jalan supaya tidak terjadi penumpukan,” tutur Eni.
Sebagai warga yang desa tempat tinggalnya bersebelahan dengan Kauman Kidul, ia berharap panitia dari Gapoktan Prima Agung mengijinkan warga dari lingkungannya untuk bisa ikut berjualan di Pasar Tiban tersebut.