Wali Kota Salatiga, Yuliyanto SE, MM, menandaskan, bahwasanya  Konsolidasi Tanah yang sudah dilaksanakan secara baik di Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, bisa menjadi percontohan bagi semua kelurahan, baik di Kota Salatiga maupun di daerah lain. Tingginya partisipasi, respon dan antusiasme masyarakat Kauman Kidul juga patut diapresiasi, meskipun hal tersebut tak lepas dari kerja keras OPD terkait di Salatiga.

Sejak dilakukan konsolidasi tanah, menurut Yuliyanto, aktivitas ekonomi di Kauman Kidul dirasakan sudah mulai tumbuh dan bergerak. Ia pun berharap perkembangan positif tersebut bisa menjadi awal yang baik bagi perekonomian masyarakat setempat, sekaligus menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat dari dalam maupun luar Kota Salatiga.

“Pemerintah Kota Salatiga menginginkan agar setiap kelurahan dapat membuat tujuan wisata masing-masing. Untuk itu, Pemerintah terus memacu agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif, yang pada akhirnya akan mensejahterakan masyarakat itu sendiri. Memang Program Konsolidasi Tanah tidak hanya berada di Kauman Kidul Salatiga, tetapi mohon apa yang sudah dilkakukan di Kauman Kidul ini bisa diusulkan ke tingkat pusat, supaya manfaat yang sudah diperoleh bisa ditiru oleh kelurahan yang lain,” papar Yuliyanto, saat menerima kunjungan Staf Khusus  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Bidang Manajemen Data, Loso Judijanto S.Si, MM, beserta Tenaga Ahli Bidang Pengembangan Perkebunan Plasma, Tenaga Ahli Bidang Pembinaan UKM dan Ekonomi, Perwakilan Direktorat Pemberdayaan Hak atas Tanah Masyarakat, Perwakilan Dirjen Penataan Agraria dan Perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka kegiatan Kunjungan Lokasi Pilot Project Pemberdayaan Hak atas Tanah Masyarakat, di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Senin (2/02/2020).

Sementara, Loso Judijanto mengungkapkan bahwa BPN sengaja mengajak serta perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UMKM dalam kunjungan ini. Tujuannya adalah untuk belajar tentang apa yang sudah dilakukan di Kauman Kidul terkait Konsolidasi Tanah, untuk kemudian dikembangkan dan distandarisasikan agar bisa dipraktekkan di daerah lain.

“Terus terang, contoh-contoh hasil dari Konsolidasi Tanah di Kota Salatiga belum banyak dimiliki oleh daerah lain. Selain itu, kami juga ingin mendengar rencana spesifik yang mungkin bisa disinergikan dengan BPN serta Kementerian Koperasi dan UMKM sehingga rencana itu bisa betul-betul bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Loso.