Balaikota – Semangat kebangkitan nasional harus dimaknai dengan pembentukan sumber daya manusia yang unggul dan produktif. Terlebih di era digital saat ini, kaum muda diajak untuk bisa bijak dalam memanfaatkan kecepatan teknologi informasi.

“ Generasi muda jangan terpengaruh dengan adanya media sosial, terlebih pengaruh negatifnya. Mereka justru harus bisa memanfaatkan kemajuan tersebut menjadi sebuah peluang dan memanfaatkannya dengan baik,” Kata Walikota Salatiga, Yuliyanto, SE., MM saat menjadi inspektur upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-110 di Halaman Pemkot Salatiga, Senin(21/5). Menurutnya, di era milenial ini generasi muda  harus bisa lebih kreatif dan berdaya guna. Adanya wadah digital ini diharapkan bisa menjadi alat untuk mempersatu bangsa dengan menjaga budi pengerti generasi penerus bangsa, sehingga pengetahuan, ahlak dan keterampilan generasi penerus kita akan terasah dengan baik.

“ Ide kreatif harus terus dikembangkan, kita harus bisa menjadi pemain didalamnya. Seperti halnya pembuatan aplikasi di multimedia, kreator konten yang telah diakui oleh dunia. Ini sangat postif dan harus terus diasah,” Imbuhnya.

Lanjutnya, kita harus memiliki komitmen untuk menjaga cita-cita bangsa dengan terus menghadapi tantangan yang ada. Seperti halnya, semangat budi utomo yang telah memberikan kita contoh dalam berkumpul dan berorganisasi. Tanpa melihat asal muasalnya, namun akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang kuat dan  menjadi bahan bakar kemerdekaan. Budi utomo juga menjadi bagian penting sebagai penanda bagi persatuan dan kesatuan bangsa  melalui sebuah organisasi.

“ Ini bisa menjadi contoh yang baik, kita secara organisasi juga harus mampu dalam menghadapi kemajuan yang ada,” Tambah Yuliyanto.

Diakui Yuliyanto, bahwa tema memperingati hari kebangkitan nasional ke-110 tahun 2018 ini, yakni pembangunan sumber daya manusia perkuat pondasi kebangkitan nasional indonesia dalam era digital, dinilai sangat tepat. Kata dia, hal ini harus dimaknai dengan baik, dalam mengembangkan diri dan merebut setiap kesempatan dengan persaingan yang baik pula.

“ Ibarat sebuah sapu lidi kalau tidak diikat pasti akan berantakan, tidak guna. Namun apabila diikat menjadi satu maka kekuatannya bisa menjadi satu, dan kuat. Saya tekankan, untuk bersama-sama mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain, dan fokus kepada pendidikan dan pengembangan  manusia,” Pungkasnya.