Salatiga – Peran kampung Keluarga Berencana (KB) terus didorong sebagai upaya untuk  meningkatkan kesejahteraan keluarga kecil dan sejahtera di seluruh wilayah di kota Salatiga.

“ Kampung KB merupakan upaya pemerintah untuk membangun keluarga yang sejahtera. Keluarga berencana dalam program ini tidak hanya dimaknai sebagai upaya pengendalian kelahiran semata, namun untuk membangun kesadaran di bidang sosial budaya, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang memadai agar kehidupan keluarga menjadi sejahtera, “ Jelas Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Salatiga, Dra Gati Setiti M.Hum mewakili Walikota Salatiga saat membuka rapat koordinasi kebijakan pengendalian penduduk melalui  program kampung KB, di Ruang Plumpungan, Gedung Setda Lantai 4, Selasa (19/3)

Lanjutnya, Walikota sudah mencanangkan kampung KB sejak bulan April 2016 lalu. Sampai saat ini sudah ada lima lokasi yang dicanangkan yaitu RW V Bonorejo Kelurahan Blotongan, RW IV Sawahan Kelurahan Kecandran, RW IV Ngronggo Kelurahan Kumpulrejo, dan RW V Surowangsan Kelurahan Kauman Kidul serta RW V Krajan Kelurahan Tingkir Lor.

Menurut Gati, keberhasilan kampung KB untuk mewujudkan keluarga kecil dan sejahtera, bukan hanya menjadi pekerjaan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan KB saja, namun dibutuhkan dukungan dan kerjasama dari berbagai sektor termasuk masyarakat, SKPD dan stakeholder terkait.

“ Hal ini sebagai langkah agar kelembagaan kampung KB di Kota Salatiga semakin kuat, terstruktur dan bersinergi dengan lintas sektor. Ke depan, saya akan dorong  setiap kelurahan di Kota Salatiga dapat berdiri Kampung KB,” Bebernya.

Sebagai informasi rapat koordinasi ini diikuti oleh 50 orang, dari OPD terkait, anggota kelompok kerja kampung KB dan pengurus PKK di wilayah Salatiga, dengan menghadirkan tiga narasumber yakni Asisten 1 Setda Kota Salatiga, perwakilan dari  BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan DisdaldukKB kota Salatiga.