Balaikota – Calon legislatif dari unsur perempuan kota Salatiga diberi pemahaman berpolitik untuk menghadapi tahun politik 2019 mendatang. Hal ini penting agar peran perempuan  bisa semakin baik di kancah politik.

“ Ini merupakan program dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kota Salatiga untuk mengajak calon legislatif perempuan untuk melek politik. Saya lihat di kota ini perempuannya luar biasa sekali, hal ini terlihat dari beberapa kali kegiatan sejenis banyak dihadiri oleh perempuan,” Jelas Walikota Salatiga, Yuliyanto, SE., MM saat memberikan sambutan di kegiatan pendidikan politik bagi kader perempuan Salatiga pada pemilu 2019, di Ruang Kaloka, Kamis (25/10). Menurutnya, peran para perempuan sangatlah penting bukan hanya didalam rumah tangga saja namun bisa berkontribusi terhadap kemajuan dan kehidupan bermasyarakat melalui jalan berpolitik.

“ Terlebih untuk menyongsong pilpres dan pileg mendatang harus dihadapi dengan suasana yang senang, gembira dan bertoleransi. Meskipun berbeda pilihan namun kedepankan rasa kebersamaan,” Ajaknya.

Dirinya menambahkan bahwa semoga di tahun politik mendatang, agar para caleg yang notabene adalah pilihan rakyat ini, memang terpilih dan mampu mengedepankan aspirasi dari masyarakat.

“ Mudah-mudahan dapat dipilih calon pemimpin yang amanah dan berguna bagi masyarakat,” Bebernya.

Dian Kartikasari selaku Sekjen KPI Nasional menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pendidikan bagi pemilih atau pembekalan bagi caleg perempuan yang akan berlaga di pemilihan umum pada 17 April 2019 mendatang. Menurutnya, kota Salatiga sendiri adalah termasuk  daerah yang representasi politik perempuannya cukup tinggi, hal ini terlihat ada 6 anggota DPRD dari jumlah total 25 anggota di legislatif. Di kota Salatiga jumlah pemilih perempuan lebih banyak daripada pemilih laki-laki kalau melihat DJPnya yakni sekitar 68.500 pemilih perempuan, sedangkan ada sekitar 64.500 adalah pemilih laki-laki.

“ Dari data tersebut berarti pemilih perempuan memiliki peranan cukup besar dalam memilih, sehingga para caleg yang dipilih juga akan lebih besar peluangnya,” Katanya.

Lanjutnya, di kota Salatiga jumlah calon perempuannya mencapai lebih dari 30%. Dari  jumlah total sebanyak  222 calon legislatif  ada sekitar 101 perempuan yang menjadi  calon anggota legislatif.  Jadi peluangnya akan tinggi di DPRD, karena  untuk memperebutkan satu kursi akan diperebutkan oleh 9 orang. Selain itu, kedepan ada juga tantangan disini yakni pemilu yang akan datang ini akan diselenggarakan secara serentak antara pileg dan pilpres.

“ Yang paling penting adalah apa yang paling ingin diperjuangkan oleh  calon legislatif perempuan bila dirinya terpilih, apakah suara dari masyarakat bisa terakomodir semua. Hal ini yang harus menjadi perhatian bersama sehingga  masukan itu dapat dijadikan wadah aspirasi,” Bebernya.