Salatiga – RW 09 Kelurahan Ledok Kecamatan Argomulyo akhirnya menjadi yang terbaik dalam penilaian lingkungan bersih dan sehat (LBS) tingkat Kota Salatiga tahun 2019. Kelurahan Ledok menyisihkan delapan RW lain di Kota Salatiga. Di tempat kedua berhasil diraih oleh RW 02 Kelurahan Blotongan Kecamatan Sidorejo dan yang menempati urutan ketiga adalah wilayah RW 02 Kelurahan Randuacir Kecamatan Argomulyo. Kelurahan Ledok akan mewakili Kota untuk maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“RW 09 Kelurahan Ledok berhasil meraih skor 12.459 kemudian disusul RW 02 Kelurahan Blotongan dengan skor 11.897 dan di posisi ketiga diraih oleh RW 02 Kelurahan Randuacir dengan skor 11.680. Keputusan ini adalah hasil mutlak dari keputusan dewan juri. Dimana juri kebersihan terdiri dari beberapa unsur yakni lingkungan hidup, dinas kesehatan, PUPR, humas Kota Salatiga,”jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga, Drs Prasetyo Ichtiarto Msi saat membuka Festival 3R di Pendopo Bung Karno Halaman Kantor DPRD, Rabu(11/12). Menurutnya kriteria penilaian berasal dari beberapa aspek diantaranya aspek kebersihan lingkungan, kesehatan rumah tinggal, pemanfaatan limbah sampah menjadi bahan bermanfaat seperti ecobrik, upaya pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan,dll.

Lanjutnya, Prasetyo juga mengapresiasi terhadap bank sampah yang selalu mendukung terhadap pemanfaatan sampah dan sangat berguna untuk lingkungan sekitarnya.

“Saya akan meningkatkan kualitas bank sampah yang ada agar bisa berkembang dengan baik. Tumbuhnya harus diimbangi baik kualitas maupun kuantitasnya. Harapan kita bank sampah akan semakin baik kualitasnya,”ujarnya.

Diakui, bahwa sampah merupakan problem kita bersama dan  kita perlu berkoordinasi bersama untuk meningkatkan lingkungan sekitar menjadi hijau. Disamping itu, Dinas Lingkungan Hidup juga terus menata taman kota, seperti membangun revitalisasi lapangan pancasila dan taman sidomuktii

“Tingkat kesadaran masyarakat Kota Salatiga semakin baik. Hal tersebut harus kita tingkatkan,”bebernya.

Ny. Titik Kirnaningsih saat memberikan sambutan mengatakan bahwa dirinya mengaku senang terhadap progres yang baik dengan adanya bank sampah di Kota Salatiga. Saat ini di Kota Salatiga sudah ada 172 bank sampah yang ada di setiap RW.

“Melalui bank sampah yang ada akan mengajarkan ibu rumah tangga untuk memilah sampah dan memanfaatkan. Hal ini tidak mudah dalam memilah sampah. Harus kita biasakan sehingga sampah bisa kita olah nantinya. Perlu disiplin dan ketelatenan memilah sampah sesuai peruntukannya,”tandasnya.

Titik Kirnaningsih juga akan menggerakkan TBM (Taman Baca Masyarakat) di setiap RW yang ada di Kota Salatiga. Dirinya juga meminta agar hal tersebut bisa dikoordinasikan di berbagai pihak yang ada.

“Saya harap TBM(Taman Baca Masyarakat) bisa di bentuk di setiap RW. Selain itu, saya ingin ada informasi kepada kami kalau ada yang masih buta aksara, gizi buruk, stunting dan fakir miskin. Kedepan bisa kita teratasi segera dikumpulkan,”ajaknya.

Sementara itu, Menurut Suryo selaku Ketua RW 09 Ledok  juga mengaku senang dan bangga atas capaian ini. Hal tersebut terwujud karena dukungan dari masyarakat, kelurahan dan kecamatan.

“Nantinya akan mewakili tingkat kota, saya harap ada masukan untuk daerah kami untuk  perbaikan kedepannya. Pembinaan lebih lanjut akan terus kita lakukan. Karena menggugah kesadaran, hidup bersih nantinya juga akan kembali ke kita sendiri,”jelasnya.

Sebagai informasi Lomba lingkungan bersih dan sehat (LBS) tingkat Kota Salatiga tahun 2019 ini diikuti oleh delapan Rukun Warga (RW) di seluruh Kota Salatiga. Kecamatan Argomulyo diwakili oleh RW 09 Kelurahan Ledok dan RW 02 Kelurahan Randuacir, Kecamatan  Sidomukti diwakili oleh RW 11 Kelurahan Mangunsari dan RW 01 Kelurahan Kecandran. Di Kecamatan Sidorejo diawakili oleh RW 02 Kelurahan Blotongan dan Rw 04 Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Tingkir diwakili oleh RW 05 Kelurahan Gendongan dan RW 02 Kelurahan Kutowinangun Lor. Sementara itu, Untuk LBS di tingkat Dinas, dijuarai oleh Diknas sebagai juara 1, kemudian disusul nomor kedua yakni Perpusda dan yang ketiga diraih oleh Dinas Kesehatan Kota Salatiga.