Dalam rangka hormat dan ungkapan rasa terima kasih atas jasa para mantan walikota, para pejabat Kota Salatiga melakukan ziarah ke makam mantan walikota. Ziarah yang dilaksanakan pada Selasa, 17/7 tersebut masih dalam rangkaian peringatan HUT Ke-1268 Salatiga.

Para pejabat dibagi menjadi 5 rombongan dengan tujuan berbeda untuk efisiensi waktu. Yang menarik adalah rombongan 1 yang dipimpin oleh Fakruroji Sekda, karena berkenan mengunjungi Drs. Indro Suparno mantan walikota periode 1991-1996 dan satu-satunya yang masih hidup. Sekda beserta staf diterima di kediaman beliau di Kelurahan Jajar Kecamatan Jajar Solo.

Selanjutnya rombongan 2 ziarah ke Makam almarhum Suwarso di Klaten, sebelumnya rombongan menjemput istri almarhum di Solo selanjutnya ziarah ke makam. Rombongan 3 melakukan ziarah ke makam almarhum H. Totok Mintarto di Ngawi, selanjutnya rombongan 4 silaturrahmi di kediaman Rosa Darwanti John Manoppo dan dilanjutkan di makam Ngemplak Dukuh. Dan rombongan 5 melakukan ziarah ke makam almarhum Sugiman di Makam Sidomulyo Salatiga.

Dalam silaturrahmi di kediaman Indro Suparno Fakruroji beserta rombongan mengutarakan maksud kunjungan yaitu dalam rangka mengenang jasa para para pendahulu/ mantan walikota. “Kami beserta rombongan menyampaikan salam bapak walikota beserta wakil walikota dan seluruh staf Pemkot Salatiga. Kami turut senang dan berdoa agar bapak selalu diberikan kesehatan dan umur panjang,” tutur Fakruroji.

Indro Suparno pada kesempatan tersebut berpesan agar seluruh pejabat Pemkot Salatiga menjalankan tugas dengan benar. “Sekarang ini tantangan lebih berat dibandingkan jaman saya dulu. Orang sekarang bisa komentar buruk dengan mudah di media sosial atas kebijakan yang diambil Pemkot. Kalau dulu yang ada hanya demonstrasi dan bisa dipetakan orangnya itu-itu saja,” pesan mantan walikota yang sudah meemasuki usi 83 tahun ini.

Meski rambut sudah putih semua kenangan saat menjabat sebagai walikota dulu tetap teringat dengan baik. Indro Suparno didampingi Anita Madu Kusomo sang putri saat menyambut rombongan. “Bapak pendengarannya sudah berkurang makanya saya diminta mendampingi, tapi saat datang tamu dari Salatiga kok bapak diajak ngomong nyambung dan tidak ada masalah, mungkin karena aura bahagia didatangi staf kerjanya dulu,” Anita menyampaikan.