Balaikota – Mewujudkan pemerintahan yang bersih, pembangunan masyarakat sejahtera dan pendidikan di Jawa Tengah  menjadi tanggung jawab bersama. Di kota Salatiga, pelaksanaan reformasi birokrasipun akan selalu ditegakkan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris SS Msi saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo SH MIP di halaman Pemerintah Kota Salatiga, Kamis(14/8). Menurutnya bahwa pembangunan masyarakat Jawa Tengah tidak hanya membangun mental saja, akan tetapi juga membangun kepribadian masyarakat ke arah lebih baik.

“Mbangun mental saha karakteripun. Kula kepyakaken reformasi birokrasi. Mboten pareng malih wonten pejabat ingkang nampi upeti, sanajan namung awujud parsel, punapa malih potongan proyek. Antikorupsi mboten cekap namung dados tindakan nanging kedah dados padatan/paugeran,”terangnya dalam bahasa Jawi.

Muh Haris juga mengajak dengan adanya pendidikan korupsi di tingkat sekolah, nantinya akan memberikan pelajaran yang baik akan bahaya korupsi dalam pendidikan antikorupsi. Selain itu, pendidikan bagi rakyat miskin di kota Salatiga perlu dilakukan sebagai upaya untuk pemerataan pendidikan tersebut.

Mboten cekap nyithak lare-lare pinter nanging ugi dados satria ingkang nggadhahi akhlak luhur, semangat kabangsan lan toleransi ingkang inggil,”ajaknya.

Selain itu, ditambahkan pada tahun 2020 mendatang  Pemprov Jawa Tengah akan meningkatkan anggaran pendidikan sebesar Rp1,6 triliun. Anggaran tersebut, diakui akan mampu menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa miskin SMA/SMK/SLB di Jawa Tengah.

Perayaan tanggap warsa Jawi Tengah kaping 69 ini diikuti oleh seluruh kepala SKPD, forkompinda kota Salatiga, kelurahan, kecamatan, dinas perhubungan Salatiga.