Balaikota – Pendidikan karakter bagi generasi muda khususnya anak sekolah sangat penting dilakukan. Agar generasi milenial ini mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dengan bijak dan terhindar dari pengaruh negatifnya.

“ Sebagai generasi muda yang hidup di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, sangat perlu  menyesuaikan diri agar bisa mengikuti perkembangan zaman. Namun perkembangan teknologi informasi tadi harus bisa disikapi dengan baik, karena akan membawa dampak yang luar biasa. Dengan adanya internet seolah-olah kita diberi kemudahan dalam berbagai hal dengan sekali sentuh saja,” Ujar Asisten 1 Sekda Kota Salatiga Drs. Gati Setiti, M.Hum saat mewakili Walikota Salatiga pada pembukaan Seminar Pendidikan dengan tema pembentukan karakter di era digital dan media sosial(medsos) di Ruang Kaloka Lantai IV, Gedung Setda Kota Salatiga, Sabtu (12/5).

Menurutnya, pengaruhnya media sosial harus disikapi dengan baik agar pengaruh positifnya bisa memberikan manfaat, sedangkan anak-anak sekolah juga harus bisa menyikapi pengaruh negatif  yang ditimbulkannya dengan baik. Karena hal tersebut sangat berbahaya untuk generasi muda.

“ Saya tekankan dalam menggunakan internet khususnya media sosial harus terkontrol. Maka adanya budaya acuh, bully, minim empati, tidak ada saling hormati adalah contoh pengaruh negatifnya.  Kita harus pagari anak-anak kita ini agar berperilaku  baik,” Tambah Gati.

Lanjutnya, dirinya mengajak bapak dan ibu guru untuk memberikan perhatian kepada anak didiknya. Siswa didik kita adalah para generasi muda dan masa depan bangsa. Menurutnya, mereka sepatutnya mendapatkan pengarahan dan bimbingan yang benar.

“ Kita berkewajiban untuk mengarahkan, mendidik anak-anak untuk menggunakan teknologi secara bijak. Bapak ibu guru harus bisa menjadi teladan dalam penggunaan media sosial dengan baik,” Pungkasnya.

Senada yang dikatakan oleh Asisten 1 Setda, Gati Setiti, Drs. Zaenuri, M.Pd selaku Ketua PGRI Kota Salatiga mengatakan bahwa perkembangan teknologi harus bisa diimbangi dengan pendidikan karakter yang baik untuk siswa didik,  agar pengaruhnya bisa berguna dan tidak berpengaruh buruk kepada sikap dan perbuatannya. Kata dia, saat ini muncul berbagai macam berita yang dapat kita akses dengan cepat  melalui telepon pintar, dan anak-anak kita mungkin bisa mengaksesnya. Oleh karena itu, kita sebagai pengajar harus bisa mengawasinya baik-baik.

“  Guru yang tergabung dalam PGRI wajib mengawasi, mendampingi dan memberikan bimbingan kepada anak didik kita.  Mana-mana  yang baik dan yang buruk, agar tidak memberikan dampak yang negatif,” Jelas Zaenuri.

Zaenuri menambahkan bahwa di era digital ini, kita sebagai orang tua disekolah harus bisa mengarahkan dan membina anak agar dalam pemanfaatan teknologi dengan tepat guna. Karakter dan kepribadian harus kita bina dengan baik sehingga memberikan pendidikan, wawasan dan pengetahuan yang tepat kepada siswa.

Seminar pendidikan ini diikuti oleh 225 peserta. Mereka adalah guru dari TK-RA, SD-MI, SMP-MTS, SMA-MA di Kota Salatiga. Selain itu juga menghadirkan narasumber yakni masing-masing dari rektor IAIN Salatiga dengan materi pendidikan karakter di era milenial, kemudian pembicara kedua dari Dekan FTI UKSW, Wiwin Sulistyo dengan materi pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial yang beretika, kemudian yang ketiga adalah Kapolres Salatiga dengan materi pengenalan tindak pidana siber.