Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap kepada pedagang pasar untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar. Selain itu Ganjar juga mengingatkan agar jangan “ngepruk” harga kepada pembeli. Demikian himbaunya menanggapi pertanyaan pedagang, saat acara dialog interaktif bersama masyarakat Salatiga di Pendopo Rumah Dinas Walikota Jl. Diponegoro 01 Salatiga, 2/2.

Dalam kesempatan tersebut hadir lebih dari 300 peserta dialog yang terdiri dari: unsur forkompinda, Sekda, Kepala SKPD hingga kecamatan dan lurah, unsur seniman dan budayawan, pedagang, pengemudi becak, kusir, petugas kebersihan, UMKM binaan Fedep Salatiga, dan perwakilan masyarakat.

Warga tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Ganjar untuk menyampaikan uneg-uneg terkait dengan pembangunan di Salatiga. Sumiarti, pedagang Jl. Taman Makam Pahlawan berharap agar pendirian toko modern dibatasi. Sementara itu Imam Daelami, pedagang Pasar Jetis berharap pembangunan Pasar Jetis dilanjutkan. “Dahulu pedagang Pasar Jetis ada 150-an pedagang namun sekarang tinggal 40 pedagang saja, kemungkinan hal ini disebabkan pasar yang tidak diteruskan pembangunannya. Saya berharap Bapak Gubernur turut membantu pembangunan tersebut,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur bersedia menyukseskan pembangunan pasar asal pedagang juga turut menjaga kebersihan pasar. “Sampaikan saja mumpung sekarang hadir Pj Walikota dan ketua DPRD. Memang pembanunan toko modern harus dibatasi atau dimoratorium, namun bapak-ibu juga hendaknya melayani pembeli dengan baik bukan malah “ngepruk” harga,” nasehat gubernur.

Adapun Muamir Marzuki, seorang seniman berharap Gubernur turut mewujudkan terbangunnya wisata religi di Kelurahan Tingkir Lor. “Kelurahan kami, Tingkir Lor telah dicanangkan menjadi desa wisata. Oleh karenanya kami meminta potensi wisata religi kelurahan kami juga dibangun untuk mendukung program desa wisata. Kelurahan kami ada makam Kyai Abdul Wahid yang merupakan leluhur Gusdur dan Gus Sholah, ini sangat potensial jika dibangun dengan baik,” usul Muamir. (fhm)