Salatiga(13/9), Forum Kerukunan Umat Beraga (FKUB) Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan Kunjungi Kota Salatiga. Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Lubuklinggau  H. Sulaiman Kohar, SH, MH dan diterima oleh Walikota Salatiga bersama Forkopimda dan FKUB Kota Salatiga di Rumdin Walikota.

Dalam penjelasannya Wakil Walikota Lubuklinggau menjelaskan bahwa Kota Salatiga dipilih oleh FKUB Lubuklinggau karena salatiga baru saja mendapatkan penghargaan sebagai kota paling toleran ke dua se Indonesia. “Mengapa kami memilih berkunjung ke Salatiga, karena salatiga sudah mendapatkan penghargaan sebagai Kota terukun nomor dua se – Indonesia. Apa saja program yang diterapkan oleh pemerintah Kota Salatiga dalam rangka menciptakan kondisi yang baik di masyarakat.” Jelas Kohar

Menyambut rombongan dari Lubuklinggau Walikota Salatiga, Yuliyanto, SE, MM menyampaikan bahwa predikat kota toleran merupakan bagian dari kerja bersama  pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Salatiga. “Predikat yang kami peroleh itu merupakan kerja bersama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Untuk strategi tentunya pemerintah dalam hal ini melalui kebijakan pembangunan. “jelas Yuliyanto. “Saat ini fokus kebijkan pembangunan kami ada pada 3 hal yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Pembangunan Ekonomi khususnya UMKM. Kami menyebutnya sebaga 4W yaitu Wasis atau terdidik, Waras atau sehat, dan Wareg atau secara ekonomi memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhannya sendiri, dan terakhir adalah Wajah Kota. Tentunya dengan menata kembali wajah kota salatiga diharapkan tingkat kebahagiaan akan naik.  Ini semua kami kerjakan karena memang toleransi atau kerukunan memang bergantung pada banyak faktor, bisa ekonomi, budaya, tingkat pendidikan dan lain lain.”Tambah Walikota.

Pada saat yang sama menanggapi pertanyaan ketua FKUB lubuklinggau Ismuridjal Umar apakah di Salatiga pernah ada permasalahan antar umat, Ketua FKUB Kota Salatiga Kyai Haji Noor Rofiqmenjelaskan bahwa gesekan pasti ada tapi dapat diselesaikan dengan baik. “Kalo gesekan antar warga pasti ada, namanya juga hidup bermasyarakat pasti ada setuju dan tidak setuju, tapi disitulah mengapa Salatiga disebut sebagai Kota Toleran, karena warganya selalu dapat menyelesaikan permasalahannya dengan baik, mengutamakan kekeluargaan. Bahkan di sini ada juga keluarga yang sengaja menyiapkan tempat khusus dirumahnya, sebagai antisipasi jika ada saudaranya yang memerlukan tempat untuk menjalankan ibadah ketika berkunjung kerumahnya.” Kata Noor rofiq.

Usai berdiskusi Walikota melaksanakan tukar menukar cindera mata dengan Wawali Lubuklinggau.