Sama-sama dinobatkan sebagai Kota Paling Toleran se-Indonesia oleh Yayasan Setara Institute, FKUB Kota Singkawang berkunjung ke Kota Salatiga. Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Badan Kesbangpol Pemerintah Kota Singkawang diterima langsung oleh Wakil Walikota Salatiga di Ruang Plumpungan Sekretariat Daerah Kota Salatiga, Rabu (22/11).

Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris memberikan sambutan selamat datang kepada segenap rombongan didampingi oleh ketua FKUB Kota Salatiga,Nur Rofiq. Selanjutnya, Muh Haris menjelaskan karakteristik penduduk Kota Salatiga yang terdiri dari 6 agama dan aliran kepercayaan serta lebih dari 30 etnis yang berbeda.

“Di Kota Salatiga, kerukunan di atas perbedaan ini selalu kita junjung tinggi, karena bagi kami, NKRI adalah harga mati sehingga perbedaan bukan menjadi masalah melainkan sumber kekayaan Kota Salatiga,” lanjut Muh Haris.

Menanggapi sambutan Walikota Salatiga, Kepala Badan Kesbangpol Kota Singkawang, Sofian Fahri yang didampingi oleh ketua FKUB Kota Singkawang, Bahruddin mengungkapkan bahwa Kota Singkawang memiliki beberapa persamaan dengan Kota Salatiga. Diantaranya yakni keragaman suku dan etnis yang ada di Kota Singkawang sehingga Kota Singkawang juga dijuluki sebagai Kota Miniatur Indonesia.

Beranjak dari hal tersebut, FKUB Kota Singkawang bermaksud untuk bertukar pikiran dengan FKUB Kota Salatiga terkait upaya pembinaan umat beragama dalam rangka menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam perbedaan. Dengan ini diharapkan Kota Singkawang dan Kota Salatiga dapat terus menjaga sikap toleransi diantara masyarakatnya dan mempertahankan predikat Kota Paling Toleran se-Indonesia.