60 siswa SD dari berbagai sekolah mengikuti sunatan masal yang digelar Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kota Salatiga. Kegiatan yang dilaksanakan di SD N Dukuh 01 Salatiga, 12/12, dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Niken Lidiastuti.

Muh. Rowi ketua pelaksana sunatan masal menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian pekan maulid Nabi Muhammmad. “60 siswa yang dikhitan adalah perwakilan dari masing-masing SD dari empat Kecamatan se-Kota Salatiga. Masing-masing kecamatan mendapatkan kuota 15 siswa. Jika ada siswa yang belum terakomodir akan diikutkan tahun mendatang, atau kegiatan sunatan masal di even lain,” terang Muh. Rowi.

Kepala Dinas Pendidikan berharap anak-anak yang disunat menjadi motivator bagi adik kelas yang ingin mengikuti sunatan masal di tahun depan. “Anak-anakku sekalian adalah pemimpin negara ini di kelak, oleh karenanya rajinlah belajar. Tidak ada yang perlu ditakutkan, tetaplah ceria. Dan selamat karena anak-anak telah mampu melaksanakan perintah agama,” sambut NIken Lidiastuti.

PPHBI bekerja sama dengan tim medis RSUD Kota Salatiga berjumlah 9 orang. Tim medis dipimpin oleh Sunaryo, M.Kes. Kegiatan sunatan masal dimulai dengan ikrar syahadad dilanjutkan doa selamatan dan pemotongan tumpeng.

Nur Azizah orang tua dari Fajar (10) dari SD Kauman Kidul mengaku senang karena puteranya minta sendiri untuk dikhitan. “Sebenarnya sudah sejak kelas 3 SD, fajar minta disunat tapi saya belum tega. Baru sekarang ini saya kabul permintaannya, dan dia daftar sendiri ke gurunya,” terangnya.

Adapun Rifa, guru SD Dukuh 02 yang mengantar siswanya turut senang karena bisa bergabung di kegiatan sosial PPHBI. “Kali ini sekolah saya hanya mengikutsertakan 2 siswa. Dari kecamatan memang ada kuota 15 anak, tapi kami umumkan kepada siswa siapa yang berani dikhitan tidak kami batasi. Dan baru anak yang mau mengikuti, dari SD lain ada yang lebih.