BALAIKOTA – Kelompok Pembatik eks pelatihan Dinsosnakertrans tahun 2014-2016 mempertanyakan dan menginginkan adanya kelanjutan pasca pelatihan membatik yang telah dilaksanakan beberapa tahun yang lalu. Kelompok pembatik tersebut juga berharap akan adanya wadah organisasi dan juga sarana display agar usaha mereka tetap hidup.

Harapan tersebut disampaikan salah satu perwakilan pembatik, Andri Setiawan bersama dengan 19 pembatik saat menemui Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris di ruang kerja Wakil Walikota, Senin 16/10.

“Kami ini eks peserta pelatihan membatik hampir putus asa karena selesai pelatihan tidak ada kelanjutan arah usaha. Terus terang, kebanyakan dari kami ini buta tentang dunia bisnis. Kami mohon adanya pendampingan dari dinas terkait. Akan lebih baik jika kami ini dihimpun oleh dinas, disediakan tempat pemasaran dan diberikan bantuan berupa bahan dasar membatik,” ungkap Andri.

Didampingi pejabat dari dinas terkait seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Koperasi dan UMKM, Wakil Walikota mengatakan bahwa keberadaan sentra kerajinan sudah menjadi perhatian dari Pemkot Salatiga. “Tidak hanya untuk batik, tapi juga untuk kerajinan yang lain, keberadaan sentra kerajinan sudah menjadi perhatian kami. Ini sejalan dengan misi kami yaitu menggerakkan UMKM yang bisa langsung berdampak kepada masyarakat,” urai Wawali.

Wawali memberikan apresiasi kepada para eks pelatihan membatik karena telah menyampaikan aspirasi dengan baik kepada Pemkot Salatiga dan memerintahkan kepada dinas terkait untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut. “Kompetisi di pasar dewasa ini memang sangat menantang. Silakan kerahkan segala kreatifitas untuk berkompetisi di pasar, seperti gunakan media sosial untuk promosi. Dari dinas terkait saya perintahkan untuk menindaklanjuti aspirasi ini,” pungkas Wawali. (sg)