BOYOLALI – Sebanyak 213 jamaah calon haji Kota Salatiga tahun 1438 H/2017 M diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan dari Halaman Pemkot Salatiga. Jamaah calon haji yang tergabung dalam kloter 74 dan kloter 75 tersebut dilepas oleh Walikota Salatiga, Yuliyanto pada Jumat Sore 18/08 dan Sabtu Pagi 19/08.

Setelah menjalani pengecekan kesehatan dan pemeriksaan berbagai dokumen kelengkapan haji, dua kloter tersebut berangkat ke tanah suci berututan pada Sabtu 19/08 dan Minggu 20/08 melalui Bandara Internasional Adi Sumarmo (SOC), Boyolali.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Joko Haryono selaku panitia pemberangkatan haji dari Pemkot Salatiga menjelaskan bahwa pada tahun 2017 ini jamaah calon haji Kota Salatiga terbagi dalam dua kloter yaitu kloter 74 sebanyak 93 jamaah dan kloter 75 sebanyak 120 jamaah.

“Kloter 74 berangkat dari Pemkot Salatiga tanggal 18 Agustus 2017 selepas sholat Magrib berjamaah. Kloter ini bergabung dengan jamaah calon haji dari Kabupaten Demak. Sedangkan kloter 75 berangkat dari Salatiga tanggal 18 Agustus 2017 setelah sholat subuh berjamaah. Kloter ini akan bergabung dengan jamaah calon haji dari Kabupaten Kendal,” jelas Joko Haryono.

Kedua kloter tersebut dipasrahkan oleh Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Donohudan. Pada kesempatan tersebut Wakil Walikota berpesan agar sebelum berangkat ke tanah suci, para jamaah meluruskan niat. “Marilah kita luruskan niat dan kuatkan hati, niat hanya untuk beribadah kepada Allah. Doakan yang terbaik untuk Kota Salatiga pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” pesan Muh Haris.

Hal senada juga disampaikan Bupati Demak, H.M Natsir. Ia memberikan apresiasi atas peran serta pemerintah daerah dalam melayani jamaah haji dari masing-masing daerah. “Momen dua kepala daerah hadir ikut mengantar jamaah ini adalah momen yang langka. Saya sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Salatiga dan juga jajaran Forkopimda karena telah melayani dan mengantarkan jamaah haji ke Embarkasi Haji Donohundan dengan baik,” kata H.M. Natsir. (sg)