BALAIKOTA – Dalam rangka meningkatkan kepesertaan dan menjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga menggelar Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Salatiga (JKMS). Kegiatan yang diikuti sekitar 300 orang yang terdiri dari Ketua RW se-Kota Salatiga, Tim Penggerak PKK Kelurahan dan instansi terkait tersebut dilaksanakan di Ruang Kaloka, Gedung Setda Kota Salatiga, Selasa 26/02.

Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan yang disampaikan oleh Kabid Yankes dan SDK pada DKK Salatiga, dr. Prasit Al Hakim, dijelaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan cakupan universal health coverage (jaminan kesehatan masyarakat) di Kota Salatiga.

“Harapannya adalah semua warga Kota Salatiga pada tahun 2019 ini bisa ter-cover program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Dengan integrasi program JMKS ke dalam JKN akan mempercepat arah pencapaian program universal health coverage. Kami di dinas kesehatan, tidak akan bisa bekerja sendiri. Kami tentu membutuhkan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak seperti Dinas Sosial dan BPJS,” papar dr. Prasit.

Ia menjelaskan bahwa program JKMS mengupayakan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di Salatiga untuk dapat diintegrasikan dengan program JKN-KIS. “Total pengintegrasian peserta JKMS ke JKN sampai dengan Februari 2019 adalah 23.449 peserta. Sebelum dapat diintegrasikan maka pembiayaan adalah menggunakan standar JKMS,” ujar dr. Prasit.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber antara lain; Kasi Pembiayaan dan Pelayanan Kesehatan pada DKK, drg. Rita Widya Septriana, Kasi Identifikasi dan Penguatan Kapasitas Pengelolaan Data Fakir Miskin pada Dinas Sosial Kota Salatiga, Sri Utami, SH dan Kepala Kantor Operasional BPJS Cabang Salatiga, RA Peni Suryanti.(sg)