Salatiga(12/2), Sesuai dengan UU No. 52 tahun 2009, tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, maka diperlukan langkah-langkah kongkrit penyelerasian dengankebijakan program pembangunan di segala bidang, baik aspek kualitas, kuantitas maupun pobilitas serta penyebaran penduduk yang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung setiap wilayah, maka Disdalduk dan KB gelar acara Jambore kader PPKBD dan sub PPKBD, yang dilaksanakan di ruang pertemuan Kaloka Gedung Setda Salatiga, pada selasa(12/2). Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menjadi motivasi dalam melaksanakan program KKB Kota.

Kepala Dinas pengendalian Penduduk dan KB, Sri Sarwanti dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 5 kampung KB di Salatiga yaitu di Noborejo, Kauman Kidul, Kecandran, Blotongan dan Kumpulrejo. Keberadaan kampung KB ini tidak terlepas dari peran PKK dan Pemerintah. Diharapkan dengan adanya dukungan Masyarakat, Pemerintah dan PKK penduduk Kota Salatiga pertumbuhannya dapat dikendalikan, mengingat kepadatan penduduk di Kota Salatiga mencapai 3000 – 4000 jiwa per KM persegi. Hal tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat jumlah kader PPKBD yang memberikan edukasi tentang KB kepada masyarakat hanya 140 orang yang tersebar di 23 kelurahan.

“KB memegang peranan penting dalam menghadapi bonus demografi, sebab melalui KB pertambahan jumlah penduduk dapat dikendalikan, mengingat pertambahan penduduk di Salatiga cukup besar yaitu sekitar 4000 jiwa pertahun” ujar Sarwanti.

Pada kesempatan yang sama Walikota Salatiga menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dan para peserta atas partisipasinya dalam pembangunan Kota Salatiga, hal ini dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang di terima baik dari Pemerintah Pusat, maupun Instansi diluar Pemerintah atas capaian kinerjanya. Berkaitan dengan partisipasi para kader PPKBD dalam kepeduliannya turut membangun Salatiga melalui KB, menyampaikan kepada Staff Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Sri Satuti, MM untuk segera berkoordinasi guna merumuskan kesejahteraan yang dapat diberikan oleh pemerintah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya berharap dengan program program pemerintah yang sudah dicanangkan dan didukung dengan suksesnya program KB maka dapat dicapai suatu keadaan yang dalam bahasa jawa di sebut Waras, Wasis dan Wareg.” ujar Walikota, Seperti halnya dengan negara Jepang, Malaysia dan negara negara besar lainnya yang meletakan dasar pembangunanya pada pembangunan manusia maka dengan program KB diharapkan sasaran pembangunan manusia di Salatiga dapat dicapai. Selain itu sesuai amanat Undang-undang anggaran pendidikan minimal 20% dari anggaran belanja daerah, sedangkan di Salatiga saat ini sudah mencapai 40%, tambah Walikota.

Usai memberikan sambutan Walikota menyerahkan hadiah dari Lomba yel-yel KB kepada juara I dari Tim Kecamatan Argomulyo, disusul juara 2 dan seterusnya yaitu, tingkir, Sidorejo dan Sidomukti.