Salatiga(10/3),  Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudparta) Kota Salatiga menjadi penampil ke 2 dalam acara pentas Duta Seni Pariwisata Jawa Tengah, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Dalam acara tersebut Disparta menampilkan sendra tari “Prajanjen Salatiga” . Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Salatiga, Sri Danujo, SE , pemilihan Prajanjen Salatiga karena diSalatiga memang ada peristiwa sejarah yaitu Perjanjian Salatiga. “ Jadi karena salatiga merupakan bagian dari jaringan kota kreatif oleh bekraf maka diharapkan bisa menampilkan tetenger  kota, salah satunya adalah Perjanjian Salatiga, dimana perjanjian tersebut merupakan bagian dari rentetan peristiwa “geger kartasura” yang kemudian di tengahi oleh VOC. Perjanjian tersebut di tandatangani di Gedung Pakuwon, yang berada di sebelah kantor Pemkot Salatiga saat ini” ujar Danujo

Membuka acara tersebut, Walikota Salatiga Yuliyanto, SE, MM meyampaikan apresiasi dan rasa syukur sebab Kota Salatiga masih diberi kepercayaan untuk ikut dalam pentas seni di anjungan provinsi jawa tengah, TMII, diharapkan dengan adanya pentas seni ini warga masyarakat yang berasal dari salatiga dan saat ini tengah merantau dapat semakin kangen untuk kembali ke kota salatiga. Selain itu walikota juga  menyampaikan bahwa sebagai Kota Toleran pemkot selalu memberi ruang bagi kreatifitas warganya.

Pada Kesempatan yang sama kepala Badan Penghubung Provinsi Jateng yang diwakili oleh Dra. Emy mengharapkan bahwa apa yang dipentaskan oleh Kota Salatiga dapat menjadi bagian dari promosi wisata Jawa Tengah yang diselenggarakan untuk pengunjung TMII, dan mengingat bulan juli akan ada pameran produk unggulan dan makanan Provinsi Jateng Kota Salatiga juga diharap dapat menjadi peserta dalam acara tersebut.

Seni Menjadi Pengikat Antar Warga

Ditengah kesibukan masyarakat utamanya di Kota Besar seperti Jakarta, pentas seni diharapkan dapat menjadi pengikat antar warganya, utamanya yang berasal dari daerah yang sama. Ketua Paguyuban Warga Salatiga (pawarsa) menyampaikan bahwa seni dan kuliner bukan hanya harus dilestarikan tapi juga dikembangkan. “Harapan saya bahwa seni dan kuliner dalam pengembangannya memerlukan tokoh atau kepemimpinan, ini diharapkan adalah pemerintah kota” ujar Azis.

Saat ini pawarsa namanya adalah pawarsa nusantara, karena anggotanya sekarang bukan hanya dari jabodetabek tapi juga seantero nusantara, dan bahkan ada juga yang berasal dari luar negri, karena memang warga masyarakat salatiga menyebar kemana-mana, tambah azis.

Pentas Seni Kota Salatiga dihadiri olehh segenap pimpinan OPD, dan warga masyarakat pengunjung TMII, serta kelompok- kelompok seni masyarakat salatiga.