BALAIKOTA – Dalam era keterbukaan sekarang ini, pelayanan publik yang baik saja belum cukup dalam penyelenggaraan pemerintahan. Akuntabilitas pemerintah daerah inovasi pelayanan administrasi publik yang kekinian adalah sebuah keharusan.

Itulah yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Fakruroji ketika membacakan sambutan Walikota Salatiga dalam kegiatan Workshop Akselerasi Inovasi Administrasi Negara (INAGARA) Tahap Drum Up dan Diagnose Tahun 2017 di Ruang Kaloka Gedung Sekretariat Daerah Kota Salatiga, Selasa 21/11.

“Inovasi pelayanan administrasi publik yang kekinian memang sudah menjadi sebuah keharusan. Ini selaras dengan visi pembangunan jangka menengah Kota Salatiga 2017-2022 pada misi yang ke-9 yaitu meningkatkan pelayanan publik dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance),” jelas Fakruroji.

Ia mengatakan bahwa inovasi dalam pelayanan adminstrasi publik bukan hanya sekedar untuk memenuhi tugas menggugurkan kewajiban, tapi juga harus memastikan bahwa inovasi merupakan solusi yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan dan berbasis pada kepentingan rakyat.

“Melalui laboratorium INAGARA ini saya berharap agar setiap kepala OPD dapat memetakan permasalahan kemudian mencari jalan keluar dengan sebuah terobosan atau inovasi, baik dalam hal kebijakan maupun program kerja,” urai Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Salatiga ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Pusat Inovasi Tata Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara (LAN), Andi Taufik. Ia memberikan apresiasi kepada Pemkot Salatiga karena telah memulai inovasi terkait pelayanan publik. “Dari Kab/Kota se Indonesia, baru 33 yang mempunyai komitmen menjadi Laboratorium INAGARA, salah satunya adalah Kota Salatiga,” jelas Andi Taufik.

Ia menjelaskan bahwa birokrasi di Salatiga sudah mempunyai inovasi dalam pelayanan publik. Namun demikian inovasi tersebut masih terbatas pada sentra pelayanan-pelayanan tertentu. “Di sinilah LAN hadir untuk membantu sehingga inovasi menjadi lebih merata di semua organisasi perangkat daerah, pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” papar Andi Taufik.

Sementara itu, dalam laporan ketua panitia yang dibacakan oleh Plt Kepala Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda Kota Salatiga, Yuni Ambarwati disebutkan bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama 3 hari mulai Selasa 21/11 sampai dengan 23/11.

“Adapun peserta kegiatan ini adalah kurang lebih 150 yang terdiri dari Kepala OPD, Sekretaris PD serta Kasubag Perencanaan dan Keuangan pada PD dan Kepala Puskesmas se-Salatiga. Kegiatan ini bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan inovasi pelayanan administrasi negara pada instansi Pemkot Salatiga,” pungkas Yuni Ambarwati. (sg)