Yogyakarta – Sebagai dinas yang mengampu hampir separuh pembangunan fisik di Kota Salatiga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Salatiga diharapkan selalu menjaga kualitas pekerjaan pembangunan. Harapan tersebut disampaikan Walikota Salatiga, Yuliyanto saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Pengembangan Jaringan Kerja Personil PUPR di Hotel Harper Yogyakarta, Sabtu 21/10.

Walikota meminta tim teknis Dinas PUPR untuk tidak ragu-ragu menegur rekanan jika menemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. “Tolong diawasi semua proyek di kota kita, jangan dibiarkan saja. Tegur jika mutunya tidak memenuhi standar, supaya pekerjaan tersebut bagus mutunya,” kata Yuliyanto.

Walikota juga berpesan agar jangan sampai ada kecerobohan mulai dari urusan administratif, lebih-lebih menyangkut fisik pembangunan. Hal tersebut menjadi penting karena urusan administratif sampai dengan fisik tidak hanya berkaitan dengan konsekunsi hukum, tapi juga tanggungjawab kepada masyarakat.

Kepala Dinas PUPR, Agung Hendratmiko mengatakan bahwa kegiatan Pengembangan Jaringan Kerja Personil PUPR tersebut merupakan upaya untuk pengembangan Sumber Daya Manusia dalam lingkup Dinas PUPR. “Dinas PUPR Kota Salatiga mendapat penghargaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) atas capaian kinerja. Dana tersebut digunakan salah satunya untuk pengembangan SDM di Dinas kami,” ungkap Agung Hendratmiko.

Kegiatan tersebut dimulai Jumat 20/10 sampai dengan Minggu 22/10 di Yogyakarta. Bertindak selaku narasumber antara lain; Wakil Walikota Salatiga Muh Haris, Kasubid PU dan Pemukiman Bappeda Kota Yogyakarta Silvy Maymina, Kasi Penataan Bangunan dan Pemukiman DPU & ESDM Provinsi DIY, dan Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Setiyo Purwanto.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 74 personil Dinas PUPR mulai dari Kepala Dinas sampai dengan Tenaga Harian Lepas (THL). Kegiatan diakhiri dengan outbond di Ledok Sambi, Pakem, Sleman, DIY. (sg)