SALATIGA – Dalam rangka percepatan mutu pendidikan, khususnya terkait dengan muatan lokal (mulok) dan partisipasi masyarakat, Dinas Pendidikan Kota Salatiga menggelar Focus Group Discussion (FGD) Mulok dan Partisipasi Masyarakat Tahun 2018. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Laras Asri Salatiga tersebut dibuka oleh Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris Kamis 06/12.

Dalam sambutannya Wakil Walikota berharap agar mulok seperti membatik batik khas Salatiga dapat diterapkan di semua sekolah di Salatiga. Wawali mengatakan bahwa mulok penting karena di dalamnya mengandung nilai-nilai sosial, budaya dan karakteristik kedaerahan yang harus tetap dilestarikan.

“Melalui pendidikan mulok, kita dapat melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang kita miliki supaya tidak punah dan tergerus oleh kemajuan jaman. Para generasi muda pun dapat mengenal, mencintai dan menekuninya. Pada akhirnya kita dapat mengangkat potensi kedaerahan agar dapat dikenal oleh masyarakat luas dengan pendekatan yang modern dan kekinian,” jelas Muh Haris.

Wawali juga berharap berharapn melalui kegiatan tersebut, para peserta dapat berdiskusi, memberikan usulan, saran dan juga ide atau gagasan, untuk kemudian dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam pembuatan kebijakan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Salatiga.

Dalam laporan ketua Panitia Kegiatan yang disampaikan oleh Kabid Pendidikan Dasar, Anindita Sulaksono disebutkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 140 orang yang terdiri dari: Kepala Sekolah SD Negeri dan Swasta, Kepala SMP Negeri dan Swasta, Dewan Pendidikan, Komisi A DPRD, Bagian Kesra Setda Kota Salatiga dan Staf di Dinas Pendidikan.

Bertidak selaku narasumber dalam kegiatan ini antara lain Wakil Walikota Salatiga, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Salatiga, Inspektur Kota Salatiga, Dewan Pendidikan Kota Salatiga dan Koordinator Pengawas pada Dinas Pendidikan Kota Salatiga.(sg)