Salatiga-  Masalah stunting dan jaminan kesehatan nasional menjadi perhatian bersama. Diharapkan dengan penanganan yang baik akan berdampak bagi kesehatan bersama di dalam masyarakat kedepannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekda Kota Salatiga, Drs. Fakruroji saat membacakan amanat Menteri Kesehatan RI dalam Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55, di Halaman Pemkot Salatiga, Jumat(15/11). Menurutnya, isu yang berkaitan dengan kesehatan yang harus segera diselesaikan. Tidak hanya stunting dan jaminan kesehatan nasional saja namun tingginya harga obat dan alat kesehatan serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri juga harus menjadi prioritas penyelesaian. Selain itu, perbaikan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, menurunkan stunting, mengadakan cakupan imunisasi dan menurunnya angka TB juga harus diperhatikan.

“Angka stunting sendiri secara nasional  telah berhasil turun hampir 10 %. Pemerintah harus  senantiasa responsif dalam memecahkan beragam masalah  tersebut,”ucapnya.

Ditambahkan, bahwa pembangunan kesehatan ditekankan pada dua penguatan yakni optimalisasi inovasi layanan kesehatan dan harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan. Pembangunan kesehatan dalam jangka lima tahun yakni melalui Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga) dan NS (Nusantara Sehat) merupakan terobosan yang baik bagi masyarakat.

“Semua membutuhkan dedikasi dan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam sektor kesehatan baik  di tingkat pusat maupun daerah. Saya harap, dapat dibangun dengan baik kerjasamanya sehingga inovasi untuk percepatan pembangunan dapat  mengedepankan kesehatan tanpa menyalahi aturan yang ada,”jelas Fakruroji.

Lanjutnya, Fakruroji juga secara simbolis memberikan penghargaan kepada masing-masing juara di bidang kesehatan. Diantaranya yakni Penilaian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berprestasi kategori klinik yakni juara pertama Klinik Pratama Mutiara, juara kedua Klinik Sehat dan juara ketiga Klinik Jaya Husada. Kemudian juga diberikan penghargaan bagi tenaga kesehatan teladan. Diberikan  kepada Lastanto S.Kep Ners sebagai tenaga kesehatan teladan kategori tenaga keperawatan, kemudian dr. Mulyaningsih Mardliyana sebagai tenaga kesehatan teladan kategori tenaga medis. Anis Rahayuningsih Amd Sebagai tenaga kesehatan teladan kategori asisten apoteker, dan Christina Tri Harjanti S.Farm, Apt. Penghargaan untuk lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan rumah tangga tingkat Kota Salatiga juga diberikan yakni untuk kelurahan Dukuh sebagai juara pertama, kemudian untuk juara dua diraih kelurahan Sidorejo Lor dan juara ketiga adalah kelurahan Kumpulrejo. Selanjutnya, untuk lomba Kelurahan Bebas Jentik Tingkat (KBJ) Kota Salatiga diraih oleh Keluarahan Dukuh sebagai juara pertama, Kelurahan Bugel sebagai juara dua dan Kelurahan Pulutan sebagai juara ketiga. Selain itu, juga diserahkan berbagai macam hadiah lomba memperingati hari kesehatan nasional.

Rangkaian kegiatan di halaman pemkot tersebut ditutup dengan sepeda santai  dan karnaval pelajar, mahasiswa yang mengambil tema di bidang kesehatan.